MUARABUNGO - Sejumlah awak media sempat dibuat kesal dengan sikap Ketua DPRD Kabupaten Bungo, Jumari Ari Wardoyo. Senin (30/8) lalu, saat hendak dikonfirmasi terkait sejumlah persoalan, Jumari malah seperti menghindar.

Setelah ditunggu berjam-jam, Jumari tidak kunjung menemui wartawan. Bahkan ia pergi meninggalkan gedung DPRD Bungo melewati pintu rahasia.

Saat dikonfirmasi, Jumari membantah jika dirinya menghindar dari wartawan. Jumari mengatakan saat itu ia berada di kantor hingga sekira pukul 14.30 WIB, karena ada rapat dengan anggota dewan lainnya.

Namun Jumari mengaku tidak mengetahui ada sejumlah wartawan yang menunggu dirinya untuk melakukan konfirmasi.

"Ibuk benar-benar tidak tahu ada teman-teman wartawan yang menunggu. Kabarnya cukup lama juga, dari jam 10.30 WIB," kata Jumari saat dikonfirmasi, Rabu (1/9).

Anehnya, meski mengaku tidak mengetahui kehadiran wartawan, namun politisi Gerindra itu memilih untuk meninggalkan kantor lewat pintu rahasia. Padahal saat itu mobil dinasnya terparkir di halaman depan kantor DPRD Bungo.

Jumari enggan menjelaskan alasan dirinya saat itu keluar lewat pintu rahasia. Ia hanya mengatakan jika saat itu ingin salat ke rumah dinas.

"Karena kebetulan ibuk nggak bawa mukena untuk salat, makanya ibuk salat pulang ke rumah saja. Kalau mau minjam-minjam saat wabah (Covid-19, res) sekarang ini kan agak takut-takut juga," ujarnya.

Terkait kejadian ini, Jumari mengatakan hanya kesalahpahaman saja. Jumari mengaku sudah menegur ajudannya, karena tidak menyampaikan ada permintaan wartawan untuk melakukan konfirmasi.

"Memang ajudan ibuk sering gitu, kadang tu bikin orang salah menilai ibuk karena caranya menghadapi para tamu. Mungkin karena belum terlalu paham tugasnya," pungkas Jumari.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments