JAMBI - Pelatihan Dasar (Pelatsar) Tembak Berburu Perbakin Jambi Angkatan VIII resmi ditutup, Minggu (12/9). Penutupan ditandai dengan pengucapan Sapta Etika Perbakin, yang merupakan kode etik berburu.

Dalam kode etik tersebut, salah satunya berusaha memelihara keamanan, ketertiban dan kesopanan dalam berburu. Kemudian juga tetap berusaha mematuhi peraturan tentang berburu dan menggunakan senjata api.

Ketua Panitia Pelatsar Berburu Perbakin Jambi Leonardo Ginting mengatakan, 30 peserta yang mengikuti pelatsar bisa dikatakan 98 persen mendapat predikat nilai yang baik.

"Kami harapkan setelah pelatsar ini, apa yang didapat dan sapta etik bisa diterapkan dalam sehari-hari," kata dia.

Penutupan pelatsar tersebut juga dihadiri oleh Pengurus Besar (PB) Perbakin, Heruwasto. Kata dia, penerimaan ini sangat penting untuk kelangsungan organisasi Perbakin.

"Sebagian besar nanti akan menjadi keanggotaan perbakin tembak berburu di Jambi," kata dia, sambil menambahkan bahwa organisasi Pengprov Perbakin Jambi juga terus berjalan.

Diharapkan, nantinya penerus perbakin ini juga tetap menjaga konservasi dalam berburu.
Kemudian, ilmu yang didapatkan dalam pelatsar ini juga harus menjadi pedoman dalam berburu, termasuk menembak sasaran dan menggunakan senjata api.

"Yang penting tetap menjaga sikap dan kesopanan dimanapun iti dalam menembak berburu," tambahnya.

Wakil Ketua Umum II Pengprov Perbakin Jambi Pontas mengatakan, setelah mendapatkan sertifikasi ini, semua yang masuk dalam keanggotaan menembak merupakan saudara besar perbakin.

"Inilah rumah kita, kita nongkrong di sini sambil latihan. Tekhnik menembak harus diaplikasikan dalam kehidupan saat berburu," kata dia.

Pada kesempatan itu, Mamit Suargi yang menjadi peserta dengan perkenaan terbaik, diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman pada peserta lainnya.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments