KERINCI - Akun P-Care yang selama ini dipakai TNI-Polri, dalam hal ini Polres Kerinci dan Kodim 0417/Kerinci untuk meng-entry data pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kerinci, terdata di Kota Sungaipenuh. Hal ini membuat realisasi vaksinasi di Kabupaten Kerinci terendah di Provinsi Jambi.

Berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Jambi, saat ini Kabupaten Kerinci merupakan kabupaten/kota yang capaian realisasi pelaksanaan vaksinasi terendah. Padahal berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci, realisasi vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 74.568 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Hermendizal menyebutkan, rendahnya capaian realisasi vaksinasi di Kerinci dikarenakan akun P-Care yang selama ini dipakai Polres Kerinci dan Kodim 0417/Kerinci untuk meng-entry data pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terdata di Kota Sungaipenuh.

“Sehingga dimanapun TNI-Polri melaksanakan vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Kerinci ini, data tersebut masuk ke realisasi vaksinasi Kota Sungaipenuh. Makanya Kota Sungaipenuh capaian realisasi vaksinasinya melejit ke peringkat kedua se Provinsi Jambi,” kata Hermendizal, Minggu (26/9).

Padahal TNI–Polri dan Pemerintah Kabupaten Kerinci sudah sangat gencar melakukan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal di kecamatan-kecamatan, desa dan Sekolah-sekolah.

Namun realisasinya masih tetap rendah karena data yang masuk ke Provinsi Jambi tersebut laporan vaksinasi yang dilaksanakan Pemkab Kerinci dan Puskesmas, sementara vaksinasi massal oleh TNI-Polri datanya masuk ke Kota Sungaipenuh.

“Pada hakikatnya kita sebenarnya tidak mempersalahkan hal tersebut, yang penting masyarakat Kerinci sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, meskipun secara pelaporan Dinkes dirugikan, tapi saya selaku kepala dinas sangat berterimakasih kepada TNI-Polri yang telah banyak sekali membantu dalam hal pelaksanaan vaksinasi di Kerinci,” tambahnya.

Dijelaskan Hermendizal, yang memiliki aplikasi P-Care tersebut merupakan BPJS, maka saat pelaksanaan vaksinasi massal di Semurup pegawai BPJS sudah menjelaskan bahwa aplikasi ini tidak terprogram untuk memisahkan NIK, jadi dimana akun untuk aplikasi P-Care ini terdata, maka disitulah akan terjadi penambahan data.

“Berdasarkan penjelasan tersebut, maka pihak BPJS menyarankan agar TNI–Polri membuat dan mendaftarkan akun satu lagi khusus untuk Kabupaten Kerinci, sehingga saat pelaksanaan vaksinasi ketemu dengan warga Kerinci maka di entry ke akun Kabupaten Kerinci atau jika ketemu warga Kota Sungaipenuh di entry ke akun Kota Sungaipenuh. Tetapi yang selama ini sudah di entry tidak bisa lagi dirubah,” jelas Hermendizal.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments