BATANGHARI - Proyek rehabilitasi jalan di dua desa dikecamatan Muara Bulian yang bernilai Rp.5 miliar menjadi sorotan. Pasalnya proyek yang berlokasi di desa Sungai Baung dan desa Bajubang Laut kabupaten Batanghari tersebut terkesan asal jadi. Anggota DPRD Batanghari mempertanyakan mutu aspal proyek miliaran itu.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Batanghari Quswaini Marzuki, Selasa (28/9). Kata dia, banyak pengaduan dari warga di dua desa kualitas jalan yang dibangun pihak rekanan dinilai kurang memuaskan.  "Seperti patching (penambalan) jalan yang tempo hari dikabarkan rusak agar segera diperbaiki. Kami juga minta kepada konsultan pengawas dan pihak dinas terkait agar lebih ekstra dalam mengawasi pekerjaan itu," tegasnya.

DPRD Batanghari dalam waktu dekat juga akan melakukan sidak di lokasi proyek jalan tersebut.

"Dalam watu dekat ini kita akan lakukan sidak guna memantau pekerjaan jalan di dua desa tersebut," kata Quswaini lagi.

Lebih jauh dikatakannya, jalan tersebut merupakan akses  satu satunya masyarakat sekitar. Untuk itu agar pihak rekanan yang telah memenangkan tender proyek tersebut tidak kerja asal jadi. Namun tetap menjaga mutu aspal dan kelayakannya.

"Sebelum melakukan sidak ke lokasi proyek jalan, kita akan segera panggil OPD terkait dan pihak Rekanan. Kita akan mempertanyakan kenapa, patching jalan rusak sebelum 24 jam. Artinya, mutu kelayakan aspal kemungkinan besar sangat kurang," sebut Quswaini.

Kepada konsultan  pengawas, sambung Quswaini pula, jangan menyepelehkan tugas saat berada dilapangan.

"Iya, konsultan pengawas sudah ada anggaran untuk mengawasi pekerjaan tersebut. Jangan asal berdiri saja dilokasi pekerjaan, tapi jalankan tupoksi dan tanggung jawab sebagai pengawas," tutupnya.

Diketahui, sebagai pelaksana pengerjaan rehabilitas jalan di dua desa tersebut dikerjakan oleh CV Aldo Putra Jambi yang memakan waktu sekitar 4 bulan yakni sejak 23 Juli dan akhir pengerjaan pada tanggal 19 November 2021 mendatang. Sesuai nilai kontrak, rehabiltas jalan tersebut dianggarkan Rp. 5 Miliar lebih yang bersumber dari dana APBD kabupaten Batanghari tahun 2021.

Sementara konsultan pengawas (Supervisi) yakni, CV. Mitra Design Arcagraha, kemudian konsultan perencanaan yakni CV. Rumah Cahaya Konsultan. Sayangnya baru saja dikerjakan sekitar 85 persen, saat pengerjaan penambalan (Patching) berjalan, dibeberapa titik terlihat rusak.

Adi, salah seorang warga sekitar saat dikonfirmasi merasa kecewa dengan hasil pengerjaan patching jalan yang ada di desa nya itu. Dikatakanya, untuk patching jalan dibeberapa titik terkesan dikerjakan asal jadi. Masalahnya, setelah dilakukan patching, beberapa titik terlihat pecah.

"Ado yang di lakukan Patching nya pagi hari, kemudian siangnya jalan sudah rusak. Kalau aspalnya bagus patching jalan tidak mungkin pecah, " kesal Adi warga setempat. 


Penulis: Pratiwi Resti Amalia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments