MUARASABAK - Kejaksaan Negeri Muarasabak menggeledah sejumlah ruangan kantor Komisi Pemilihan Umum Tanjungjabung Timur, Rabu (29/9). Penggeledahan dilakukan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah ke KPU Tanjabtim sebesar Rp 19 miliar.

Baca juga : Breaking News! Kantor KPU Tanjabtim Digeledah Jaksa

Sejumlah petugas kejaksaan berseragam coklat dan rompi hitam-merah memenuhi gedung KPU di Jalan Diponegoro, Komplek Perkantoran Bupati Tanjabtim di Rano, Muarasabak,  sekitar pukul 10.00 WIB. Kepala Kejari Rahmad Surya Lubis turun langsung.

Baca juga : Kejari Tanjabtim Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2020

Pantauan Metro Jambi, setiap ruangan hingga gudang KPU Tanjabtim digeledah. Mobil dinas ketua KPU juga tidak luput dari pemeriksaan. Empat anggota KPU, yakni Nurdin, Nurkholis, Abd Haris, Muhammad Kinas, tampak tegang menyaksikan aparat bekerja. 

Hanya satu komisioner yang tidak terlihat, yakni Ahmad Najib. Tak diketahui kemana perginya. Selain komisioner KPU, sejumlah staf sekretariat juga terlihat, termasuk Sekretaris KPU Sumardi. Mereka hanya diam saat penyidik bekerja, kecuali saat diminta bantuan.

Baca juga : Usai Geledah, Jaksa Segel Tiga Ruangan di Kantor KPU Tanjabtim

Penggeledahan berlangsung kurang lebih enam jam. Usai penggeledahan, Kajari Rahmad Surya menjelaskan  bahwa pihaknya melakukan penggeledahan untuk mengusut kasus korupsi dana hibah dari APBD 2020.

Katanya, untuk mengungkap kasus ini pihaknya sudah memeriksa sebanyak 23 saksi dari KPU Tanjabtim. “Kecuali Ketua KPU yang belum dimintai keterangan,” ujar Rahmad Surya.

Ditegaskannya, Kejaksaan terpaksa melakukan penggeledahan karena banyak data yang diminta ke saksi tidak mereka dapatkan. Justru saat penggeledahan kejaksaan menemukan banyak sekali barang bukti.

 “Kita mengamankan 73 item,” ungkapnya. Selain berupa dokumen kertas, pihaknya juga menyita handphone pribadi yang diduga berisi pembicaraan terkait kasus yang sedang diselidiki.

Tak hanya itu, kejaksaan juga menyita setumpuk uang senilai Rp 230 juta yang diambil dari brankas KPU.

Namun, Rahmad tidak merinci secara detil modus korupsi yang diduga dilakukan oleh KPU. Dia hanya menyebutkan adanya indikasi biaya perjalanan dan kegiatan fiktif.

Kejari juga tidak menyebutkan kenapa Ketua KPU Nurkholis belum dimintai keterangan. Ditanya soal tersangka, dia mengatakan bahwa pihaknya belum menetapkan satu tersangka pun walau sudah memeriksa puluhan saksi.

Dia meminta awak media yang mengerumuninya untuk bersabar menantikan perkembangan kasus ini. Katanya, akan ada episode selanjutnya. “Nanti akan kita kabari rekan-rekan. Tunggu saja, coming soon,” tegasnya.

Usai penggeledahan, sejumlah komisioner KPU dan pejabat sekretariat menolak memberikan keterangan. “Untuk saat ini, saya no comment dulu lah,” ujar Nurdin, salah satu komisioner yang berbicara mewakili rekan-rekannya.

Penggeledahan yang berlangsung mendadak sepertinya membuat mereka shock dan tidak tahu harus berkata apa.


Penulis: nng
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments