MUARABUNGO - Pagar Bandara Muarabungo di Kabupaten Bungo ambruk akibat adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di sekitar kawasan tersebut.

Kepala Bandara Muarabungo Sigit mengatakan, pagar besi yang di atasnya dipasang kawat berduri tersebut ambruk sepanjang lebih kurang lima meter.

Akibatnya, keamanan di kawasan Bandara Muarabungo menjadi terganggu. Pasalnya, para pekerja menjadikan pagar yang sudah ambruk tersebut sebagai akses menuju ke lokasi PETI.

Tak hanya itu, lahan milik Bandara Muarabungo yang berada di luar pagar juga sudah habis digarap oleh para penambang ilegal tersebut. "Bandara masih memiliki tanah 350 meter persegi di luar pagar. Itupun sudah hancur digarap PETI," kata Sigit, Senin (4/10).

Ditambahkan Sigit, aktivitas pertambangan ilegal yang ada di sekitar Bandara Muarabungo sangat mengganggu keamanan dan proses penerbangan.

Sigit juga mengatakan jika permasalahan ini sudah berulang kali ia sampaikan kepada pemerintah daerah dan unsur Forkompinda untuk menertibkan kegiatan illegal tersebut. Namun, sampai saat ini kegiatan tersebut tetap terus beroperasi tanpa henti meski sudah dilakukan razia oleh aparat.

"Kita diuntungkan juga dengan adanya Covid-19 sehingga tidak ada penerbangan. Kalau saja bandara ini aktif, itu (PETI, red) sangat menggangu," kata Sigit.

Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro saat dikonfirmasi terkait tindakan yang akan diambil aparat kepolisian terhadap kerusakan di objek vital Bandara Muara Bungo akibat aktivitas PETI tak memberi jawaban yang kongkret.

Guntur hanya mengiyakan. "Ok," jawab Guntur singkat via pesan WhatApps.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments