JAMBI - Walikota Jambi Syarif Fasha meninjau ke beberapa sekolah dalam rangka uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Peninjauan tersebut di SDN 36 Kota Jambi dan SMPN 8 Kota Jambi. Senin, (4/9/2021).

Fasha mengatakan dalam proses PTM telah mendesain untuk usia 12 tahun keatas yang diutamakan yakni yang telah divaksinasi supaya yang masuk sekolah  memang yang punya imun tinggi.

"Yang belum divaksin tetap belajar, kemungkinan secara online atau mungkin dia tidak bisa divaksin karena ada penyakit tapi harus ada keterangan dari dokter," ujarnya.

Kemudian untuk usia dibawah 12 tahun termasuk PAUD, TK dan SD tetap bisa sekolah namun dengan regulasi khusus, seperti jam belajar dibatasi serta waktu masuk diatur secara ketat.

"Maksimal belajar selama tiga jam, kita lihat selama satu bulan ini, kalau kondisi covid-19 bisa diminimalisir akan kita tambah lagi waktunya," kata Fasha.

Selain itu, Fasha juga mengatakan protokol kesehatan di sekolah telah berjalan. "Anak-anak sudah paham, tidak ada anak yang melepas masker," tandasnya.

Saat meninjau, Fasha mendapati orang tua yang menjemput anaknya dan tidak menggunakan masker. "Anaknya pakai masker, orang tuanya tidak. Jangan sampai orang tua menularkan ke anaknya, tadi dianggap anaknya tertular dari sekolah," imbuhnya.

Kemudian , Fasha mengingatkan kepada warga yang membuka  atau jualan di sekitar sekolah agar menggunakan masker dan sarung tangan. "Jangan siswa pakai masker yang dagang tidak," tegasnya.

Sementara itu, jika ada siswa yang sakit saat di sekolah maka diarahkan untuk cepat memanggil puskesmas. "Kita perintahkan seluruh Kapus melalui UKS sekolah agar menghubungi Puskesmas terdekat. Misalnya kedapatan ada yang terkonfirmasi positif, bukan berarti sekolahnya ditutup. Tetapi, anaknya yang diliburkan dengan mencari kontak erat di dalam kelas, kalau ada yang positif dikelas maka kelas itu saja yang diliburkan," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mulyadi mengatakan untuk PTM yang baru dilaksanakan pada  4 Oktober dan di beberapa sekolah tengah melakukan ujian tengah semester.

"Kita menstrategikan karena waktu yang terbatas yang tiga jam, untuk materi sulit itu yang diprioritaskan dulu sehingga ketertinggalan bisa dikejar, tetapi kalau materi yang tidak begitu sulit bisa melalui daring," ujar Mulyadi.

Untuk belajar secara daring di SMPN 8 kota Jambi ada 15 orang. "Untuk total belum diketahui secara pasti karena data selalu berkembang. Ada  orang tua yang melihat teman anaknya masuk sekolah, dia mau vaksin dan mau masuk sekolah," pungkasnya.


Penulis: Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments