JAMBI - Wali Kota Jambi, Syarif Fasha launching buku sejarah Batik Jambi dan Perkembangannya yang telah di gagas selama 2 tahun, bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Walikota Jambi, Selasa (05/10/21).

Di kesempatan itu, Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, dalam launching buku batik Jambi ini dapat membuka khasanah tentang sejarah batik Jambi yang mana sejarah tersebut sangat luas. "Mudah-mudahan nanti para pembatik juga bangga bahwa karya-karya mereka sudah dibukukan," ujarnya.

Fasha juga mengucapkan terima kasih kepada penulis yang merupakan putra Jambi telah melanglang buana di dunia internasional dan sudah mendedikasikan untuk menulis batik jambi. "Mudahan nanti akan ada seri selanjutnya dari buku batik Jambi ini," tandasnya.

Untuk daya saing sendiri, Fasha mengatakan, ia telah katakan kepada pembatik yang sudah banyak membawa pelatihan membatik dan meminta membuat karya-karya yang mempunyai nilai historis yaitu motif-motif secara kualitas.

"Jangan lagi mengejar untuk kuantitas, tetapi bagaimana kualitasnya sendiri, karena banyak sekali penggila batik tidak melihat harga dan bukan story dari batik serta sejarah pembuatan batik ini seperti apa," tuturnya.

Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Fasha pinta pembatik untuk mengatur sebuah karya harus terpisah, jangan lagi pembatik yang mendesain, membuat pola, melukis, mewarnai yang mana mengakibatkan kacau.

"Jadi harus ada yang mendesain, membuat pola, melukis dan meracik, kita harus mulai seperti itu agar hasilnya tidak kacau. Jadi ada kewenangan-kewenangan sesuai dengan keahlian masing-masing karena membatik ini tidak bisa di borong semua sehingga hasilnya tidak maksimal," pintanya.

Ditambahkannya, untuk pewarna batik agar tetap dijaga tradisinya dengan tetap menggunakan pewarna alami. Pemakaian pewarna alami mampu bersaing di dunia Internasional yang mana dunia internasional tidak melihat dari pewarna kimi melainkan pewarna alami.

Acara launching buku batik juga di lakukan pelantikan pengurus Dekranasda sisa masa bhakti 2018-2023.


Penulis: Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments