JAMBI - Koperasi Kopi Koerintji Barokah bersama Sucafina dan Rikolto Indonesia melakukan penanaman simbolis bibit pohon alpukat di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dalam rangka Hari Kopi Sedunia.

Ketua Koperasi Barokah Triyono dalam keterangannya di Jambi, Rabu, menyebutkan sejak para petani kopi menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, juga melihat kembalinya beberapa spesies burung yang bersarang di pohon kopi mereka.

Para petani ikut senang bisa turut berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat melalui pertanian kopi.

"Kami senang bahwa upaya kami membudidayakan kopi secara berkelanjutan berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat. Ini yang akan terus kami promosikan ke petani kopi di Kerinci," ujar Triyono.

Untuk merayakan hari kopi internasional, Koperasi Koerintji Barokah, Rikolto, dan Sucafina mengadakan lomba seduh kopi (Fun Brewing Competition) yang menargetkan anak muda dari tiga kecamatan, yakni Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Kayu Aro Barat.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk mendorong lebih banyak anak muda terlibat di sektor kopi. Dari keseluruhan peserta, tiga pemenang berhasil dipilih dan mendapatkan hadiah menarik berupa alat pengolahan kopi dan uang pembinaan.

Saat ini, Koperasi Koerintji Barokah beranggotakan 387 petani kopi dan melakukan aktivitas produksinya di wilayah penyangga Taman Nasional Kerinci.

Manajer Sucafina untuk Indonesia dan Timor Leste, Daniel Shewmaker, mengatakan sebagai bentuk dukungan terhadap budidaya kopi yang berkelanjutan, Koperasi Barokah, bersama LSM Rikolto, dan perusahaan kopi Sucafina mendorong model kopi agroforestry yang berbasis konservasi dengan praktik pertanian regeneratif.

Di setiap pembelian kopi Arabica Specialty hasil Koperasi Barokah di Sucafina, satu bibit pohon akan didonasikan.

Dari penggalangan dana tersebut, tahun ini Sucafina mendonasikan 600 bibit pohon alpukat yang akan berfungsi sebagai pohon penaung di perkebunan kopi yang berada di area Taman Nasional Kerinci.

Sucafina merupakan salah satu pembeli terbesar green beans hasil produksi Koperasi Koerintji Barokah dan telah mengekspor kopi Kerinci ke Belgia, Korea Selatan, Amerika, Australia dan China.

"Penting bagi Sucafina untuk tahu bahwa kopi yang dihasilkan diproduksi secara berkelanjutan. Cara budidaya kopinya dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak ekosistem dan juga menguntungkan petani," ujar Daniel Shewmaker.

Manajer Program Kopi & PES Rikolto Indonesia, Surya Meihdhy menjelaskan, model kopi agroforestry juga merupakan salah satu perwujudan inisiatif pembayaran jasa lingkungan atau payment for ecosystem services (PES) yang didorong oleh Rikolto, LSM asal Belgia yang mendampingi Koperasi Koerintji Barokah dan fokus pada pertanian berkelanjutan.

Program PES bertujuan untuk mendorong agribisnis inovatif dan memberi insentif bagi petani yang melakukan praktik pertanian berkelanjutan.

Di Kerinci, Rikolto mengajak Sucafina untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan pendukung budidaya kopi, dan bagi Koperasi Koerintji Barokah, program ini dapat membantu meningkatkan kualitas perkebunan mereka dan menjadi nilai tambah dalam memenuhi standar kualitas pasar internasional.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments