MUARABUNGO - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo masih marak hingga saat ini. Namun untuk melakukan penindakan seperti razia, Pemkab Bungo terkendala anggaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo melalui Kabid Konservasi SDA, Alfianto menyebutkan  saat ini anggaran untuk penertiban PETI sudah tidak adalagi.

Baca juga : Anggota DPRD Bungo Nyaris Adu Jotos Saat Rapat Bahas Penambangan Emas Ilegal

"Sudah kosong, terakhir kita turun saat melakukan sosialisasi bersama Kapolda di Tanjung Menanti," kata Alfianto.

Akibat kekosongan anggaran tersebut membuat penindakan tak bisa dilakukan lagi. Parahnya, pada anggaran tahun 2021 Pemkab Bungo hanya memiliki dana sebesar Rp 40 juta untuk penindakan PETI selama setahun.

Alfianto mengatakan  dana sebesar Rp 40 juta itu hanya mampu melakukan penindakan satu sampai dua kali. Karena setiap kali menurunkan anggota, Pemkab harus mengeluarkan sejumlah biaya seperti makan dan honor.

"Minimal sekali turun Rp 10 juta. Kalau jauh tentu lebih besar lagi," ujarnya.

Jika terjadi permintaan oleh masyarakat, maka pembiayaan terpaksa ditanggung oleh instansi masing-masing. "Kalau sudah perintah Bupati dan permintaan masyarakat, mau tidak mau kita turun," tutup Alfianto.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments