KERINCI - Banjir bandang kembali terjadi di Kabupaten Kerinci, Senin (2/11) malam. Akibatnya, ratusan rumah di Kecamatan Depati Tujuh terendam banjir.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Depati Tujuh ini disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dan membuat debit air meningkat.

"Banjir kali ini cukup besar, karena seluruh desa di Depati Tujuh diterjang banjir bandang," kata Danur, salah seorang warga Depati Tujuh.

Ia menyebutkan memang airnya cepat surut, tetapi kasihan warga, baru beberapa hari membersihkan rumah, kini rumah mereka kembali dimasuki air.

"Bulan kemarin sudah empat kali banjir, malam kemarin kembali banjir, sampai saat ini tidak ada sama sekali perhatian dari pemerintah daerah. Padahal banjir ini sudah bertahun-tahun terjadi, namun sampai saat ini tidak ada solusi dari Pemkab dan anggota dewan dari Dapil 3," bebernya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kerinci – Sungai Penuh, Fengki sangat menyayangkan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci terkesan tutup mata dengan bencana banjir di Depati Tujuh.

Ia juga mempertanyakan, apa sebenarnya peran PUPR Kabupaten Kerinci dalam mengatasi banjir. ‘’Apakah mereka akan menunggu besok untuk sekedar mengambil foto dokumentasi kegiatan tanggap darurat,’’ kata Frengki.

"Sangat miris sekali melihat kinerja PUPR Kerinci yang tidak jelas apa yang dikerjakan. Padahal mereka punya acuan secara aturan dan UU tersendiri, tetapi mereka tidak menjalankan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan," ujarnya lagi.

Seharusnya, lanjut Frengki, Bupati Kerinci sebagai pemimpin harus tegas memberikan instruksi kepada bawahannya untuk mengatasi persoalan tanggap darurat yang sering terjadi pada akhir-akhir ini.

"Jika hal demikian tidak bisa dilaksanakan, maka sudah pasti Bupati Kerinci gagal total dalam melaksanakan tugas sebagai pemegang jabatan tertinggi di Kerinci. Kenapa saya sampaikan demikian, masyarakat tidak butuh kata-kata. Masyarkat hanya butuh bukti nyata bahwa mereka punya pemimpin yang tidak apatis terhadap masyarakat," ungkapnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments