KERINCI - Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Batang Merao, beberapa pekan terakhir berdampak terhadap proses belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) di Lubuk Suli, kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci.

"Banjir yang sering merendam sekolah dan pemukiman warga, membuat anak-anak tidak bisa sekolah, karena sekolah terendam banjir," ungkap Yal, salah seorang orang tua murid.

Dia mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir sudah sering murid tidak bisa mengikuti belajar mengajar di SD Lubuk Suli, kecamatan Depati Tujuh, kabupaten Kerinci.

"Sebulan terakhir mungkin sedah sering tidak belajar, karena sekolah selalu terendam banjir. Seperti pada Senin (1/11) lalu sudah mulai masuk membersihkan sekolah tapi malamnya sudah terendam lagi,"ungkapnya.

Dirinya sebagai orang tua murid, berharap kepada Dinas Pendidikan untuk dapat memilikirkan persoalan Sekolah yang selalu terendam banjir.

"Kalau tidak pikirkan maka seringlah anak-anak sekolah tidak bisa belajar, karena selalu terendam banjir," ucapnya.

Sementara Kepala Sekolah Dasar Lubuk Suli, Afriatman, saat dikonfirmasi Rabu (3/11) kemarin, mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar terganggu pasca banjir.

"Ya, proses belajar mengajar belum dapat terlaksana karena keadaan seluruh ruang kelas masih terendam air dan lumpur karena banjir menggenangi seluruh ruangan kelas dan kantor,"jelasnya.

Dia menyebutkan bahwa setiap selesai banjir, pihaknya bersama murid selalu membersihkan sekolah yang terkena lumpur.

"Tidak pernah diliburkan kami setiap hari sekarang membersihkan ruangan dari lumpur, soalnya meja kursi bahkan buku terkena air dan lumpur,"ujarnya.

Dia menyebutkan pada bulan Oktober dan November 2021 ini kerap Sekolah yang dipimpinanya terendam banjir. "Kalau kegiatan belajar belum bisa terlaksana saat ini, untuk bulan Oktober dan Nopember ini sudah 4 kali terjadi banjir," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments