KUALATUNGKAL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) akhirnya menyurati pabrik pengolahan kelapa dalam PT Prima Makmur Abadi (PMA) atau Gudang Alo di RT 10, Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir.

Kepala DLH Tanjab Barat Suparjo mengatakan, pihaknya menyurati Gudang Alo meminta penghentian penggunaan batubara untuk pengolahan kelapa.

Baca juga : Tindaklanjuti Keluhan Warga, Kepala DLH Tanjabbar Sidak Gudang Alo

"Kita sudah surati 5 November 2021 lalu. Salah satunya meminta untuk mengganti bahan bakarnya dari batubara ke kayu, briket, atau cangkang," kata Suparjo, Kamis (11/11).

Namun tidak disebutkan sanksi apabila pihak perusahaan tidak mengindahkan surat tersebut. "Kalau mereka tidak taati ya kita paksakan," ujar Suparjo.

Baca juga : Warga Tungkal Harapan Keluhkan Aktivitas Pabrik PT Pelita Sari

Untuk diketahui dalam surat Dinas Lingkungan Hidup Tanjab Barat tertanggal 5 November 2021 terdapat lima poin yang disampaikan ke pihak PT PMA.

Pertama, menghentikan bahan bakar batubara dan menggantinya dengan bahan bakar ornganik (kayu bakar/cangkang). Kedua, untuk melaksanakan kewajiban pengolahan lingkungan dengan baik sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.

Ketiga, untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar lokasi usaha. Keempat, untuk menambah cerobong pembuangan hasil pembakaran lebih kurang sekitar 15 meter. Kelima, meminta kepada perusahaan untuk melaporkan laporan RKL/RPL secara berkala ke Dinas Lingkungan Hidup.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments