MUARABUNGO - Polres Bungo terus mendalami kasus pencurian buku nikah di Kantor Kemenag Bungo, dan membentuk tim khusus untuk melacak pelarian pelaku ke luar daerah

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro mengatakan, selain pembentukan tim khusus pihak Reskrim Bungo juga melakukan pemanggilan dan pemeriksaan di internal Kemenag Bungo.

Baca juga : Mantan PNS Terlibat Pencurian Buku Nikah

Pemeriksaan tersebut dilakukan kepada petugas keamanan Kantor Kemenag yang menjadi penanggung jawab terhadap keamanan di kantor tersebut.

"Empat orang internal Kemenag juga sudah kita panggil dan kita minta keterangan," kata Kapolres, Rabu (17/11).

Baca juga: Sudah 7 Kali Beraksi, Sindikat Pencurian Buku Nikah di Kantor Kemenag Bungo Ditangkap

Kapolres juga menyebutkan akan melakukan  penelusuran terhadap oknum-oknum penyedia nikah siri yang ada di Kabupaten Bungo atau di luar daerah. Pasalnya, oknum tersebut disinyalir sebagai penadah buku nikah hasil curian untuk dijual kembali kepada pelanggannya.

Diketahui dari keterangan tersangka yang sudah berhasil diamankan, buku nikah hasil curian yang sudah diisi dijual dengan harga beragam, dari harga Rp 2 juta hingga mencapai Rp 10 juta.

Baca juga : Pencuri Buku Nikah di Kantor Kemenag Bungo Teridentifikasi

"Kita harus bergerak cepat, pasalnya dari total barang bukti yang dicuri sebagian susah beredar. Kita sangat tidak mau masyarakat mendapatkan buku nikah asli tapi isinya dipalsukan," tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk membantu kinerja polisi dalam mengungkap sindikat kasus pencurian buku nikah ini dengan melaporkan ke pihak kepolisian jika melihat ada oknum penyedia buku nikah yang tidak melalui Kantor Kemenag atau KUA setempat.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments