MUARABUNGO - Sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bungo mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bungo, Kamis (30/9), untuk mempertanyakan persoalan terkait panjangnya antrean di setiap SPBU selama beberapa bulan terakhir.

Kedatangan kader HMI tersebut untuk melakukan mediasi dengan Dinas Perindagkop Bungo yang difasilitasi oleh DPRD.

Ketua Komisi II DPRD Bungo Hamdan menyebut bahwa permasalahan yang diangkat oleh HMI saat ini juga dikeluhkan masyarakat. Ia meminta dengan adanya dorongan dari mahasiswa, Dinas Perindagkop serius untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Semua poin yang menjadi tuntutan kader HMI telah kami buat dalam bentuk kesepatakan yang harus segera diselesaikan dinas terkait," kata Hamdan.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Bungo Topri Ariza mengecam tindakan para pelaku penimbunan minyak yang diduga kuat menjadi penyebab panjangnya antrenn di setiap SPBU.

Ia menilai sejauh ini belum ada solusi kongkret yang diberikan pemerintah terkait panjangnya antrian yang mengganggu jalan umum dan menyebabkan masyarakat kesulitan BBM bersubsidi tersebut.

Topri juga mengancam akan melakukan ujuk rasa jika tuntutan tersebut tidak mampu diselesaikan secepat mungkin oleh dinas terkait.

"Kami beri waktu tujuh hari kepada pihak terkait untuk mengurai panjangnya antrian di setiap SPBU. Jika nanti masih ada maka kami akan kembali dengan jumlah massa lebih besar," tegas Ketum HMI.

Kadis Disperindagkop Bungo, Supriyadi berjanji akan segera bergerak melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan permintaan dari kader HMI tersebut.

"Besok akan kami lakukan koordinasi langsung kepada Kapolres dan Kejari serta unsur lain untuk menyelesaikan ini secepatnya," katanya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments