SAROLANGUN - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Sarolangun saat ini tengah menggodok Peratutan Bupati (Perbup) terkait akan difungsikannya rumah susun bagi pegawai.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sarolangun Tarmizi mengatakan, dalam Perbup nantinya akan diatur mengenai biaya yang harus dikeluarkan oleh pegawai yang mau menghuni rumah susun tersebut.

"Untuk pengelolaan nanti akan ada semacam Perbup, untuk besar kecilnya biaya nginap di situ. Nanti patokannya akan berbeda atara yang ngontrak per tahun, perbulan, atau per hari," kata Tarmizi, Senin (18/10).

Menurut dia, retribusi yang akan diambil nanti tidak akan terlalu memberatkan, dan akan disesuaikan dengan biaya operasional baik kebersihan dan kemanan nantinya.

"Harapan kita jangan sampai orang-orang yang nantinya akan tinggal di sana mengeluh," ujarnya.

Dikatakannya lagi, penyediaan runam susun ini bertujuan untuk membantu para pegawai yang belum memiliki tempat tinggal ataupun berdomisili di Sarolangun untuk tinggal disana.

"Mungkin banyak pegawai kita yang rumahnya jauh, bisa tinggal di sana. Ada sekitar 42 kamar," ungkapnya.

Selain itu, dalam proses penggodokan Perbub pihaknya akan melakukan studi banding ke daerah atau Kabupaten lain yang lebih dulu mendapat program tersebut.

"Kita akan lihat bagaimana cara pengelolaan di sana akan kami pelajari, sehingga kalau disana bisa mengapa kita di sini tidak," katanya lagi.

Dia menargetkan, sebelum akhir tahun nanti Perbub tersebut dapat diselesaikan agar rumah susun pegawai segera difungsikan. Fasilitas yang disiapkan pun diakui cukup memadai untuk ditempati pegawai.

"Minatnya sudah banyak, yang tanya-tanya kapan dimulainya dan berapa biayanya itu sudah banyak," tutupnya.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments