JAMBI - Cengkeraman Burhanuddin Mahir di Partai Demokrat Provinsi Jambi kini mendapat tantangan serius. Bupati Bungo H Mashuri, salah satu kader terbaik partai bintang Mercy ini, dipastikan masuk bursa calon ketua DPD Partai Demokrat yang akan dipilih pada Kamis (25/11) malam ini.

Munculnya nama Mashuri dalam bursa pencalonan ini cukup mengejutkan. Namanya mencuat pada menit-menit akhir menjelang pendaftaran calon ditutup. Mashuri tidak hadir langsung.

Namanya didaftarkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Tebo Syamsu Rizal pada Rabu (24/11) siang. Iday –sapaan akrab Syamsu Rizal-- mendaftarkan Mashuri bersama Ketua DPD Partai Demokrat Sungaipenuh Fikar Azami.

Tampak pula di barisan pendukung Bupati Bungo dua periode itu mantan ketua DPRD Kota Jambi M Nasir dan mantan ketua DPC Demokrat Sarolangun Musharsyah.

Saat penyerahan berkas, Iday tidak mengungkap nama yang diusungnya untuk menantang petahana itu. Dia hanya menyerahkan berkas yang dilengkapi surat pernyataan dukungan. Setelah berkas diterima, Iday baru menyebut nama Mashuri.

Menurut Iday, sejumlah DPC sepakat mengusung Mashuri dengan berbagai pertimbangan. “Beliau masih sangat muda dan energik. Prestasi bisa dilihat dari dua periode sebagai bupati,” katanya saat memberikan keterangan pers.

Iday juga menegaskan bahwa Mashuri resmi menjadi kader Demokrat setelah diterbitkannya kartu tanda anggota (KTA) beberapa waktu lalu.

“Syaratnya harus ada KTA. Itu sudah dipenuhi. Berapa jumlah dukungan, itu masih rahasia. Tunggu diverifikasi berkasnya,” pungkas Wakil Ketua DPRD Tebo ini.

Iday menyebut bahwa majunya Mashuri juga untuk menunjukkan bahwa sistem demokrasi di Demokrat Jambi masih berjalan. “Jangan dikira calon tunggal. Maka kami datang ke sini. Meski ada perbedaan, itu hal yang biasa,” tukasnya.

Dari penelusuran Metro Jambi, beberapa pendukung Mashuri pernah berseberangan dengan Cik Bur. Iday pernah dicopot dari kursi Ketua DPC Demokrat Tebo karena terjerat kasus hukum. Belakangan jabatannya dikembalilan setelah dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan.

Sedangkan Fikar disebut-sebut tidak puas dengan Cik Bur karena lebih memilih mendukung Fachrori Umar-Syafril Nursal dibandingkan mengusung Asyafri Jaya Bakri (AJB) pada Pilgub lalu. AJB adalah mantan Walikota Sungaipenuh yang tak lain adalah ayah Fikar.

Lalu, mantan Ketua DPRD Kota Jambi M Nasir dikabarkan mulai berseberangan dengan Cik Bur karena tidak diusung untuk menduduki kursi wakil ketua DPRD Kota Jambi.

Berbeda dari Mashuri, Burhanuddin Mahir datang langsung untuk kembali mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD.  Mantan bupati Muarojambi dua periode itu menyerahkan sendiri berkas ke panitia penjaringan.

Turut mendampingi sejumlah ketua DPC Demokrat, yakni Demokrat Merangin, Tanjab Timur, Bungo, Tanjab Barat, Kota Jambi, Sarolangun, dan Muarojambi.

Dengan dukungan tujuh ketua DPC Demokrat kabupaten dan kota itu, Cik Bur –demikian sapaan akrabnya-- optimis bisa memenangkan Musda Demokrat 2021 ini.

“Sudah mengantongi delapan suara, tujuh DPC satu DPD. Sisa empat. Satu sudah mengeluarkan dokumen untuk kita. Satu lagi suara DPP,” kata Cik Bur saat memberikan sambutan.

Cik Bur yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi mengatakan bahwa pada Pileg 2024 mendatang Demokrat Provinsi Jambi akan meningkatkan perolehan suara. “Dan, bersama AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) kita sukseskan Pilpres 2024,” pungkasnya.

Sekretaris Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Demokrat Rocky Amu mengatakan bahwa partainya terbuka bagi para kader untuk maju. Katanya, siapa saja kader Partai Demokrat bisa mendaftar untuk jadi calon ketua DPD.

“Syaratnya mengantongi 20 persen dukungan dari jumlah DPC, kemudian keanggotaan yang dibuktikan dengan KTA,” katanya.

 Dia menyebut berkas para calon masih akan diverifikasi.  Dia menegaskan, tidak ada larangan kader yang baru hijrah mencalonkan diri. “Yang penting memiliki visi dan misi yang sesuai dengan Partai Demokrat,” tegasnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments