MUARATEBO – Pembangunan gedung pelayanan 3 lantai dan gedung PCR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saipuddin (STS) Tebo saat ini baru 45 persen.

Pihak management rumah sakit sendiri telah meminta tim percepatan pembangunan untuk segera mengejar target pembangunan agar segera rampung.

Direktur Utama (Dirut) RS STS Tebo dr Oktavieni mengaku, tim percepatan mentargetkan awal Desember mendatang pembangunan sudah sampai 70 persen.

"Untuk pengerjaan fisik, infrastruktur, maupun pengadaan pabrikan bisa diangka 70 persen," katanya, Senin (29/11).

Menurut Oktavienni, keterlambatan pembangunan gedung pelayanan 3 lantai dan gedung PCR ini disebabkan kontrak yang dilakukan pada akhir Mei dan juga adanya peningkatan kasus Covid-19, sehingga pemerintah pusat menaikkan level PPKM.

Padahal, rata-rata pekerja yang membuat pondasi berasal di luar pulau Sumatera. Ketika itu pekerjaan baru direncanakan pada awal bulan Juni usai tanda tangan kontrak.

Sebelumnya, Bupati Tebo Sukandar mengaku pesimis pembangunan gedung pelayanan dan gedung PCR dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 36 miliar ini akan selesai tepat waktu.

Bahkan saat itu Sukandar meminta kepada Dirut RSUD STS Tebo menyiapkan berita acara jika pengerjaan fisik rumah sakit tidak selesai di akhir tahun.

"Kita akan meminta Dirut siapkan berita acara, jika pembangunan ini tidak selesai hingga akhir tahun. Untuk menjadi pertimbangan BPK RI Perwakilan Jambi dan BPKP," kata Sukandar.


Penulis: Suci Ramadhan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments