JAMBI - Sidang gugatan PT Kharisma Kemingking terhadap Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) terkait pelelangan lahan seluas 1.550 hektare berlanjut di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi, Selasa (30/11).

Sidang kali ini dengan agenda mendengar keterangan saksi dari PT BRI Agroniaga, yang merupakan tergugat II. Namun, saksi yang dijadwalkan, tidak bisa hadir. Tergugat II intervensi juga diagendakan menyerahkan bukti tambahan.

Kuasa Hukum PT Kharisma Kemingking, Markos Kaban, menilai tergugat I yakni KPKNL dan tergugat II intervensi, PT Bhaktimitra Rielma Intiharmoni, tidak terbuka terkait mekanisme dan dokumen lelang.

Menurut Maskos, sejauh ini belum ada ketranspranan dari pelaksana lelang, KPKNL termasuk minuta juga belum dilampirkan. "Dokumen lain kita menilai masih ada kekurangan," kata Markos usai sidang.

Dikatakan Markos, seharusnya beragendakan mendengar keterangan saksi dari PT BRI Agroniaga, yang merupakan tergugat II. Namun, saksi yang dijadwalkan, tidak bisa hadir.

Saksi dari tergugat intervensi juga diagendakan untuk melampirkan bukti tambahan, namum kata kata Markos bukti itu juga belum dilampirkan. "Sidang diagendakan Kamis (2/12) bersamaan dengan saksi ahli," tambah Markos.

Pada persidangan berikutnya, penggugat juga akan menghadirkan ahli dari Universitas Pancasila. "Ahli yang mengusasi mekanisme lelang. Terkait peneliti SKPT. Jadi ahli yang memahami mekanisme lelang, termasuk juga," unkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum PT Bhaktimitra Rielma Intiharmoni, Duen Sasberi, mengatakan, pihaknya mempersilakan penggugat membuktikan dalil gugatannya. "Kalau kami sifatnya menunggu," kata Duen usai sidang.

Dalam perkara ini, jelas Duen, penggugat beranggapan kalau proses lelang di KPKNL cacat formil. "Sejauh ini mereka (penggugat) masih berupaya membuktikan cacat formil di bagian mana. Apakah BRI Agro atau KPKNL selaku pejabat yang melelangkan objek ini," kata Duen.

Menurut duen, proses lelang yang dimenangkan kliennya itu sudah sesuai prosedur. Selain itu kata dia, sudah ada beberapa kali pemberitahuan terhadap penggugat untuk melunaskan kewajibannya. Hanya saja kata dia tidak digubris sama penggugat. "Maka KPKNL melakukan pelelangan," tegas Duen.

Sebelumnya Anwar Efendi, kuasa dari KPKNL Jambi, mengatakan pihaknya sudah menjalankan sesuai dengan yang diamankan undang-undang. Anwar juga menegaskan bahwa penetapan harga adalah dari pemohon lelang, PT BRI Agroniaga.

“Tidak ada kewenangkan kita menentukan harga, kita hanya menjadwalkan pelaksanaan lelang hingga diakhir waktu siapa pemenang lelangnya,” jelasnya. Namun soal jumlah peserta lelang, Anwar Efendi mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu, tapi di dikumen ada,” jelasnya usai sidang. 

Untuk diketahui, PT Kharisma Kemingkin menggugat hasil lelang KPKNL atas lelang lahan sawit seluas 1.550 dektar di daerah Kemingking, Muarojambi. Lahan tersebut diagunkan ke BRI Agro. Namun pelelangan KPKNL dinilai cacat formil dan merugikan penggugat.

BPN Muaro Jambi ikut jadi menjadi tergugat II. PT PT Bhaktimitra Rielma Intiharmoni yang dulu bernama PT Intimas Selaras Propertindo selaku pemenang lelang menjadi tergugat II intervensi.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments