KERINCI - Wilayah Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci pada Jumat (17/12) lalu diterjang banjir akibat meluapnya Sungai Batang Merao. Saat ini, banjir yang menggenangi puluhan desa itu sudah mulai surut.

Pantauan Metrojambi.com, para korban banjir kini disibukkan membersihkan rumah mereka yang dipenuhi lumpur. Para korban banjir juga menyayangkan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.

"Baru Minggu (19/12) kemarin ada kunjungan dari Dinas Sosial. Mereka hanya melihat-lihat saja," kata Edi, salah seorang warga Depati Tujuh, Senin (20/12).

Sebelumnya saat banjir terjadi pada Jumat hingga Sabtu, warga mengatakan tidak terlihat adanya pihak dari pemerintah daerah seperti kepala daerah turun ke lokasi. Begitu juga dari pihak legislatif juga tidak terlihat menyapa para korban banjir.

"Sejauh ini belum ada bantuan yang kami dapatkan dari Pemkab. Baru dari Polres Kerinci yang ada memberikan bantuan," sebut Edi.

Sementara itu, meluapnya air Sungai Batang Merao, menyebabkan tebing di pinggiran Sungai longsor di Desa Kubang, Kecamatan Depati Tujuh.

"Tebing yang longsor dekat dengan rumah warga, pemerintah harus cepat tanggap, jika tidak ingin ada rumah yang roboh," kata Danur, warga Kubang.

Warga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Terutama solusi agar banjir karena meluapnya sungai ini tidak terjadi lagi.

Kepala BPBD Kerinci Darifus saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan data mereka ada 20 desa di Kecamatan Depati Tujuh yang terkena musibah banjir. Darifus mengatakan pihaknya sudah berupaya membantu para korban banjir tersebut.

"Untuk upaya yang sudah kita lakukan membagikan sebanyak 500 lembar karung dan terpal untuk mengatasi air masuk ke rumah warga," ujarnya.

Dikatakannya lagi, karung yang dibagikan tersebut merupakan stok dari pengadaan tahun anggaran 2018 dan bantuan dari BPBD Provinsi Jambi. Darifus menyebutkan yang dibagikan hanya karungnya saja tanpa diisi pasir terlebih dahulu.

Darifus juga menyebutkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI untuk melaksanakan normalisasi Sungai Batang Merao.


Penulis: Dedi Aguspriyadi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments