JAMBI - Nasib nahas dialami Sidin (34), warga Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Dia tewas diterkam harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di kawasan Batutunggal, Sungai Nilo, Sabtu (25/9) malam. Informasi yang dihimpun Metro Jambi, Sidin diterkam harimau saat bekerja sebagai pendulang emas di Sungai Nilo, dekat perbatasan Guguk dengan Muarasiau. Baca juga : Polres Merangin-BKSDA Turun ke Lokasi Warga Diterkam Harimau “Dia mendulang emas bersama sejumlah pekerja lainnya, warga Desa Guguk dan Muarasiau,” ujar Kepala Desa Guguk Hijazi, Minggu (26/9). Hijazi sendiri mendapat kabar tentang warganya diterkam harimau pada Sabtu malam itu juga. Dia menceritakan, peristiwan nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, sebenarnya banyak pekerja lain di sekitar lokasi. Baca juga : Warga Merangin Tewas Diterkam Harimau Saat Mendulang Emas Sebelum kejadian, mereka sedang beristirahat di pondok. Tiba-tiba, si belang yang biasa dipanggil warga lokal dengan sapaan hormat “Datuk” itu datang ke lokasi secara diam-diam. Sasaran pertamanya adalah Sidin. Warga yang kaget mengetahui adanya harimau langsung kabur mencari perlindungan. “Jadi, banyak warga menyaksikan kejadian itu,” ujar Hijazi. Karena takut, sebagian warga berlari ke arah ekskavator dan berlindung. Sekadar informasi, penambangan emas di sungai-sungai dalam Kabupaten Merangin dilakukan dengan alat berat jenis ekskavator. Alat berat ini digunakan untuk mengeruk pasir yang bercampur dengan biji-biji emas untuk dinaikkan ke alat penyaring. Pasir dan batu kembali ke dalam sungai, sementara  biji-biji halus emas tertinggal pada penyaring yang dibuat antara lain menggunakan karpet. Sementara rekannya bisa mencapai alat berat, Sidin dimangsa harimau. Awalnya, tidak satu pun pekerja lain berani menolong Sidin yang dicabik-cabik oleh Datuk hingga tewas. Namun, mereka mencoba mengusir sang penguasa hutan itu dengan berbagai cara. Menurut warga, harimau yang menerkam Sidin jauh lebih besar dari tubuhnya. Panjangnya sekitar dua meter. Saat dievakuasi, tubuh Sidin penuh luka bekas gigitan dan cakaran. Punggungnya luka parah, lehernya patah. “Jenazah korban dijemput tadi (Sabtu) malam. Ini lagi persiapan pemakaman,” sebut Hijazi. Sidin dimakamkan di Guguk. Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan membenarkan adanya warga Guguk yang tewas diterkam harimau. Katanya, pihaknya sudah menurunkan tim menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA)  dan Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Kepala Balai KSDA Rahmad Saleh menyatakan bahwa lokasi penambangan emas itu masuk dalam kawasan hutan adat. Katanya, tim Balai KSDA sudah meluncur ke lokasi kejadian. Sayangnya, Rahmd tidak bisa memberikan informasi lebih lengkap dan tanggapan lebih jauh terkait kasus ini. “Untuk lengkapnya nanti, menunggu anggota masih di lapangan,” ujarnya. Belakangan memang kerap muncul berita harimau Sumatera mendekati pemukiman. Pekan lalu, seekor harimau muncul dan berkeliaran di dalam kebun sawit warga Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Tanjab Timur. Balai KSDA menduga, kemunculan harimau mendekati pemukiman warga karena sumber makanan di dalam habitat mereka sudah berkurang. Penyebab lain, wilayah jelajahnya yang juga menyempit sehingga menyulitkan si raja hutan mencari makan.

Penulis: fdy/chyEditor: Ikbal Ferdiyal/mrj
comments