JAMBI - Direktur PT Bareksa Alam Sejahtera (BAS), Rudi Salim, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan atau 2,5 tahun, Selasa (21/12).

Menurut jaksa, Rudy Salim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perpajakan dengan sengaja tidak melaporkan surat pemberitahuan menyampaikan surat pemberitahuan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap sehingga menimbulkan kerugian negara.

Perbuatan terdakwa menurut jaksa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 39 ayat (1) huruf c, d dan i perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No 6 tahun 1983 tentang ketentuan Umum dab tata cara perpajakan sebagaimana telah diubah dengan No 28 tahun 2007 dan terakhi dirubah dengan UU  RI Nomor 16 tahun 2009.

 “Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 2 tahun dan 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ucap JPU membacakan tuntutan dihadapan majelis hakim diketui Alex Pasaribu.

Selain itu, jaksa menuntut terdakwa membayar denda sebesar dua kali nilai kerugian pada pendapatan negara yang ditimbulkan yaitu 5 miliar, dengan ketentuan dibayar dalam jangka waktu 1 bulan setelah perkara berkekuatan hukum tetap. “Apabila tidak terdakwa tidak membayar maka diganti dengan pidana kurangan selama 6 bulan,” kata jaksa.

Menanggapi tuntutan ini, Rudy Bangun, penasehat hukum terdakwa Rudy Salim, mengatakan akan menyampaikan pembelaan. Dia meminta majelis hakim bisa secara arif dan bijaksana melihat murni dan jernih perkara kliennya. “Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan allah membuka hati nurani majelis hakim yang menangani perkara ini,” katanya.


Penulis: ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments