KERINCI - Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Kerinci Fadli Sudria menyorot penanganan sampah di sejumlah pasar di Kayuaro, Kerinci.

Anggota DPRD dapil Kerinci-Sungaipenuh ini mengatakan, penanganan sampah yang numpuk di pasar-pasar itu perlu dikoordinasikan oleh pengelola pasar dengan Dinas LH dan Disperindag.

"Ini sangat berdampak kepada wisatawan dan berpengaruh kepada pendapatan asli daerah," ujar Fadli, Rabu (29/12).

Menurut dia, penanganan sampah di pasar atau balai-balai mingguan di Kerinci perlu melibatkan perangkat desa. Sebab, sampah ini berdampak keseluruh sektor.

Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jambi ini mengingatkan kembali urgensi membangun TPA regional Sungaipenuh-Kerinci.

"Alhamdulillah sudah kita anggarakan Rp 2,7 miliar tahun depan untuk perencanaan," ujar Fadli yang juga  pimpinan Komisi III.

Sudah dua minggu sampah menunpuk di Pasar Kersiktuo sehingga menebar bau busuk da merusak pemandangan.

"Sebagai daerah wisata utama, seharusnya Pasar Kersiktuo ini sudah bersih dari sampah. Apalagi ini menjelang tahun baru," ujar Joni Rizal, tokoh Kayuaro.



Setiap tahun, Kayuaro menjadi sentral perhatian wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Wisatawan datang untuk mengisi liburan dan merayakan pergantian tahun sambil menikmati indahnya objek-objek wisata di kawasan ini.

Di antara objek wisata favorit adalah puncak Gunung Kerinci, perkebunan teh Kayuaro, Danau Gunung Tujuh, Danau Bento, Tirai Embun, dan lain-lain. Hotel-hotel dan homestay yang menjamur di Kayuaro bahkan kini sudah full booked.


Penulis: (*)
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments