MUARATEBO - Masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Sabtu (01/01) memblokir jalan yang dilintasi truk tiga perusahaan batubara yakni, PT Winner, PT A3 dan PT KME.

Aksi warga ini dilakukan lantaran ketiga perusahaan batu bara dinilai melanggar kesepakatan mediasi tentang permintaan masyarakat, terkait perbaikan jalan yang dilewati truk pengangkut batubara.

Maulana, salah seorang warga setempat mengatakan pemblokiran jalan tersebut dikarenakan pihak perusahaan tidak mengindahkan hasil kesepakatan.

"Saat mediasi sebelumnya, ada beberapa poin permintaan kita terhadap perusahaan, namun tidak diindahkan, maka jalan yang dilewati terpaksa harus kami tutup sesuai kesepakatan," ungkapnya Minggu (2/1/2022).

Menurutnya, dalam berita acara yang disepakati tertanggal 10 September 2021 lalu, perusahaan harus membuang lumpur disepanjang jalan Akong dengan dumptruk sesuai tanggungjawab jalan masing masing perusahaan yang telah disepakati sebelumnya.

Perusahaan menjamin tidak adanya genangan air di sepanjang Jalan Akong (pembuatan drainase jalan). Memberikan batu gunung/koral sesuai spot jalan rusak yang menjadi tanggungjawab perusahaan.

Kemudian, perusahaan wajib memasang obeng untuk mobil yang colgeting dan melakukan penyiraman pada saat jalan berdebu minimal 4 kali sehari sesuai keadaan.

Selain itu, batu koral atau batu pecah diberikan sepanjang jalan yang menjadi tanggung jawab perusahaan ketika hujan. Saat musim penghujan truk perusahaan dilarang melintasi jalan khusus tronton.

Menyegerakan perusahaan untuk melakukan pembuangan lumpur disepanjang jalan. Mobil colgeting wajib memakai obeng dan memberi elektrik sepanjang jalan. Pengerasan dan pemberian batu harus sudah selesai.

Lalu, meminta PT Winner untuk memerintahkan KT SMB atau Gultom yang merupakan mitranya untuk memperbaiki jalan simpang Semangka sampai simpang Jati yang merupakan tanggungjawab KT SMB dan telah disepakati sebelumnya dikarenakan KT SMB juga melewati jalan masyarakat.

"Semua kesepakatan yang dibuat dan ditanda tangani dalam berita acara itu ternyata hanya menodai kertas putih saja," beber Maulana.

Dijelaskannya, pada Minggu (2/1/2022) masyarakat juga sudah melakukan mediasi lagi bersama pemerintah desa, dan kecamatan.

"Kita semua sepakat, pemblokiran jalan akan kita buka apabila pihak perusahaan sudah memperbaiki jalan itu sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Maulana.


Penulis: Suci Ramadhan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments