JAMBI - Prestasi olahraga Jambi di kancah nasional diyakini masih bisa lebih baik, asalkan dikelola dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal pendanaan.

Berkaca pada hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang digelar 2021 lalu, kontingen Jambi berhasil mendapatkan 6 medali emas, sama dengan PON XIX Jawa Barat tahun 2016. Namun dari segi peringkat, Jambi berhasil finish di posisi 18 pada PON Papua, sementara di PON Jawa Barat kontingen Jambi finish di posisi 23.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jambi Dr. Drs. Sukendro, M.Kes mengatakan, harus ada grand design atau rencana besar untuk kemajuan olahraga Jambi ke depan.

“Sampai sekarang grand design olahraga Jambi belum ada. Untuk mencapai tujuan (prestasi, red) itu, harus jelas target jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk target jangka panjang, jelas itu PON 2024 di Aceh-Sumatera Utara,” kata Sukendro kepada Metro Jambi.

“Kalau tidak ada acuan, pembinaan olahraga bisa abal-abal,” katanya menambahkan.

Yang tak kalah pentingnya, kata Sukendro, Jambi harus memiliki sport center. Sukendro mengatakan, ia menyambut baik rencana Gubernur Jambi Al Haris yang akan membangun sport center, dan berharap rencana tersebut terealisasi.

Dikatakan Sukendro, sudah banyak daerah yang memiliki sport center sebagai tempat untuk membina dan membentuk atlet, yang dapat diandalkan meraih presrasi bagi daerah.

“Dari sport center ini akan lahir atlet-atlet potensial yang bisa memperkuat Jambi di berbagai ajang. Dan saya menyambut baik kemarin pak Gubernur berencana membangun sport center," kata Sukendro.

Peraih gelar doktor di bidang ilmu pendidikan olahraga itu menambahkan, sekolah khusus olahraga (SKO) juga dibutuhkan sebagai wadah untuk membina atlet.

“Atlet bisa dibina di SKO, kalau di sekolah umum tidak bisa. Dan daerah lain sudah ada yang memiliki SKO,” ujarnya.

Sukendro yang saat ini juga merupakan Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Petanque Indonesia (Pengprov Fopi) Jambi menambahkan, pemerintah daerah juga harus memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan olahraga Jambi, khususnya dalam hal pendanaan.

Terkait pendanaan ini, Sukendro mengatakan harus ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengaturnya. Menurut Sukendro, perlu ada semacam Perda Keolahragaan.

“Dalam Perda itu nanti dibunyikan 0,5 sampai 1 persen APBD itu untuk olahraga. Jadi tidak seperti sekarang, dimana setiap tahun alokasi dana untuk bidang olahraga itu berubah-ubah,” kata Sukendro.

“Tidak perlu banyak-banyak, 0,5 persen itu sekitar Rp 20 miliar (dari total APBD, red). Saya rasa ini sudah sangat cukup untuk membina olahraga Jambi. Kalau sekarang hanya Rp 8 miliar, saya rasa tidak cukup,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut Sukendro mengatakan, jika grand design keolahragaan, sport center, SKO, dan Perda Keolahragaan sudah ada, ia yakin olahraga Jambi akan lebih maju.

“Kalau keempat aspek ini bisa diintegrasikan, saya yakin olahraga Jambi akan maju dan prestasi akan meningkat,” pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor:


TAGS:


comments