JAMBI – Niat Pemprov Jambi membangun jalan khusus angkutan batubara mulai direspons investor. Salah satunya, PT Lancarjaya Mandiri Abadi, bahkan sudah mempresentasikan rencana awal di hadapan para pejabat Pemprov Jambi, Senin (10/1).

Diskusi soal rencana investasi jalan khusus batubara ini dibahas di Ruang Sekda Provinsi Jamhi, dihadiri langsung Sekda Sudirman. Di hadapan Sekda, PT LMA menyatakan minat membangun jalur khusus batubara dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,5 triliun.

“Kita punya minat untuk investasi di jalan khusus batubara ini, agar kemacetan di Jambi bisa diurai juga,” kata Direktur Operasional PT LMA Riski Dianugrah dalam pertemuan tersebut. Perusahaan ini berbasis di Jakarta.

Dia menyebutkan, jalur khusus angkutan batubara akan dibangun dari Sarolangun hingga ke pelabuhan Talangduku di Muarojambi dengan panjang sekitar 140 kilometer.

Dalam rapat bersama Sekda dan beberapa pejabat Pemprov terkait, Risky mengatakan akan menyiapkan grand design daerah atau wilayah mana saja yang akan dilewati.

“Tentunya jalan itu akan mempertimbangkan aspek lingkungan dan tak masuk ke hutan lindung. Jadi kami optimistis dalam akhir tahun ini bisa mulai kontruksinya,” tambahnya.

Kata dia, dari analisis yang mereka lakukan, nilai investasi Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,5 triliun tersebut bisa berubah, sesuai kondisi jalan yang akan dilalui. Apakah ada jembatan atau tidak.

"Kita baru menyiapkan pre-basic design, panjang jalan dan lebar jalannya yang kurang lebih 10 meter, dua jalur jalan," sebutnya.

Diketahui, jalan tersebut dibuat bukan dengan aspal atau rigit beton, akan tetap menggunakan metode lapisan batu dan sedikit semen yang dianggap cukup dan kuat untuk dilintasi truk.

Sekda Provinsi Jambi Sudirman menyatakan bahwa Pemprov Jambi terbuka dengan investor yang masuk membangun jalan khusus batubara.

“Ini sebenarnya tidak bisa ditawar-tawar lagi, apalagi batubara ini selalu buat kemacetan. Makanya sekarang ada presentasi soal jalan khusus ini dari investor,” kata Sudirman.

Dia mengatakan, investor sangat diperlukan untuk membangun jalur khusus tersebut karena kemampuan keuangan daerah tidak memadai. “Setelah ini pasti ada lanjutannya lagi. Jadi, kita lihat nanti ada berapa investor yang masuk berminat untuk ini,” tambahnya.

Saat ini, tambah Sudirman, terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan yang dilalui angkutan batubara. Kemacetan terparah adalah jalur Muaratembesi-Muarabulian.

Sejumlah pengguna kendaraan umum mengeluhkan kemacetan yang hingga berjam-jam itu. Setiap hari, ratusan kendaraan umum terjebak oleh keramaian angkutan batubara dari lokasi tambang dan stockpile di Sarolangun dan Batanghari.

Menurut Sudirman, solusi jangka pendek saat ini belum ada, kecuali adanya bahu jalan atau tempat parkir khusus truk batubara. “Semoga nanti jalur khusus batubara bisa direalisasikan dengan cepat, sehingga tak ada lagi korban atau kemacetan," pungkasnya.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments