JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi melakukan pengkajian terhadap rencana pembangunan jalan khusus angkutan batubara yang ditawarkan oleh investor dari PT Lancar Jaya Mandiri Abadi (LMA).

"Selama ini Pemerintah Provinsi Jambi mengalami hambatan dan tantangan dalam menyelesaikan pembangunan jalan khusus angkutan batubara, Pemprov Jambi akan melakukan kajian terhadap tawaran dari PT LMA sebagai investor," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Rabu (12/1/2022).

Sudirman menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi akan mempelajari dan mengkaji ulang terkait calon investor yang akan membangun jalan khusus angkutan batubara. Terkait dengan beberapa aspek dalam pembangunan jalan khusus tersebut.

Salah satunya terkait dengan aspek lingkungan dan tata ruang wilayah yang akan di lalui jalan khusus tersebut, serta daerah-daerah yang akan di lalui jalur khusus angkutan batubara tersebut akan di tinjau kembali.

Selain itu jalur khusus angkutan batubara tersebut tidak boleh melintasi hutan lindung, sehingga penentuan jalur jalan khusus angkutan batubara harus benar-benar memperhatikan tata ruang wilayah daerah yang akan dilalui.

"Pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik investor yang akan berinvestasi di Provinsi Jambi, harapannya dengan hadirnya investor ini menjadi solusi terhadap permasalahan angkutan batubara di Jambi," kata Sudirman.

Direktur Operasi PT LMA Rizki Dianugrah mengatakan jalan khusus angkutan batubara tersebut memiliki panjang sekitar 140 kilometer dengan lebar jalan 10 meter. Jalan khusus angkutan barubara tersebut akan melintasi tiga kabupaten, yakni Kabupaten Sarolangun, Batanghari dan Muarojambi. Jalan khusus tersebut penggunaannya untuk pemegang izin usaha pertambangan.

"Pemprov Jambi menyambut baik niat kami untuk berinvestasi, estimasi biaya untuk pembangunan jalan khusus tersebut Rp1,2 triliun sampai dengan Rp1,5 triliun," kata Rizki Dianugrah.

Pembangunan jalan khusus angkutan batubara di Provinsi Jambi tersebut tidak menutup kemungkinan adanya investor dari pihak lain.

Rizki menambahkan untuk saat ini baru terdapat PT LMA yang mengajukan investasi untuk pembangunan jalan khusus angkutan batubara tersebut. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan investor lainnya di Provinsi Jambi yang juga memiliki minat untuk berinvestasi.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang akan dibenahi untuk pembangunan jalan khusus ini, namun kami optimis dapat terealisasi dan harapannya kwartal ke tiga tahun 2022 pembangunan fisik dapat dilaksanakan," kata Rizki Dianugrah.

Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments