JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris mengajak petani Kopi Kerinci mempertahankan kualitas sehingga diterima lebih luas di kalangan internasional. Hal itu disampaikan Haris di lokasi pengolahan kopi Koperasi Kopi Alam Korintji (Alko) di Desa Sungaisikai, Gunung Tujuh, Kerinci, Minggu (16/1).

“Kualitas Kopi Kerinci tidak diragukan lagi. Mengingat kita telah mengekspor Kopi Kerinci ke berbagai negara, maka kualitas harus dipertahankan,” ujar Al Haris. Ekspor Kopi Kerinci antara lain menyasar Norwegia, Mesir, Taiwan dan Amerika.

Kopi Kerinci dengan jenis utama arabika telah diolah dengan baik oleh petani di bawah naungan dan binaan koperasi. Pengolahannya menggunakan sarana-prasarana yang memadai sehingga menghasilkan kualitas kopi yang baik.

Menurut Gubernur, Kopi Kerinci merupakan kopi yang memiliki ID-geografis dengan kualitas terbaik dunia. Kepemilikan ID-geografis Kopi Kerinci, kata dia, dapat mencegah hal yang tidak diinginkan dan tetap memakai nama Kopi Kerinci walau dipasarkan di luar Provinsi Jambi.

“Meskipun ekspor dalam bentuk bahan mentah, namun dalam pengemasan tetap memakai nama Kopi Kerinci,” ujar Al Haris.

Ke depan, Al Haris meminta kopi liberika Jambi juga memiliki pangsa pasar tersendiri. Ia berharap pengembangan sentra produksi kopi di Kerinci terus berjalan. Sebab, melalui sentra produksi, usaha ini menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran.

“Dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan perekonomian Provinsi Jambi. Ke depan kita akan mencoba memadukannya dengan program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) milik Pemerintah Provinsi Jambi,” tegas Al Haris.

Pimpinan Alko Sumatera Coffe Suryono menyebutkan bahwa Alko mengelola sentra produksi kopi jenis robusta dan arabika, ekowisata dan edukasi. Alko Akademi, kata dia, adalah program beasiswa kepada anak petani yang kuliah di jurusan pertanian dengan komitmen kembali ke kampung halamannya.

“Kita juga telah memberikan polis asuransi agar petani bisa nyaman bekerja dan memiliki jaminan pertanian. Pada Februari 2022 ini kami akan ekspor kopi robusta ke Amerika dan Mesir, kurang 250 ton,” ujar Suryono.

Usai meninjau Koperasi Kopi Alko Sumatera, Al Haris meninjau sentra perkebunan tebu di Desa Sungai Asam di Kayuaro Barat. Warga di sini menanam tebu seluas 1.800 hektar.


Penulis: (*)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments