MUARATEBO - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) Kabupaten Tebo baru mendata dua kelompok tani padi yang mengikuti asuransi tani.

Pihak TPHKP Tebo sendiri selalu menyosialisasikan kepada petani agar mengikuti asuransi tani, namun terkendala masih kurangnya kesadaran petani untuk ikut asuransi tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikurtura dan Ketahanan Pagan Tebo M Ziadi mengatakan, dari ratusan kelompok tani di daerah itu, hanya dua kelompok yang baru sadar untuk mengikuti asuransi tani.

"Dua kelompok tani tersebut diantaranya Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir dan Desa Teluk Singkawang Kecamatan Sumay," ungkapnya, Selasa (18/1/2022).

Dijelaskannya, untuk mengikuti asuransi tani, petani harus membayar polis asuransinya. "Satu hektare Rp 36 ribu, di situ pemerintah subsidi sekitar Rp 180 ribu," ujarnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu sudah pernah ada klaim asuransi di Kelurahan Sungai Bengkal Tebo Ilir. Petani yang menyampaikan klaim karena sawahnya kena banjir, asuransinya langsung masuk ke rekening petani.

"Asuransi dihitung per hektare sekitar Rp 6 juta dan dikirim langsung oleh PT Jasindo. Kalau 2 hektar dikalikan saja," jelasnya.

Ziadi menilai pentingnya bagi petani untuk mengikuti asuransi tersebut, apalagi saat ini musim penghujan.


Penulis: Suci Ramadhan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments