JAMBI - Pemerintah Kota Jambi menjaga iklim investasi perhotelan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar  Umum (SPBU) dengan mengeluarkan moratorium investasi perhotelan dan SPBU.

"Pemerintah Kota Jambi sudah mengeluarkan moratorium untuk dua kegiatan yakni investasi atau pembangunan hotel di Kota Jambi dan pembangunan SPBU yang berlaku sejak September 2021," kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Kamis (3/2/2022).

Moratorium tersebut dilakukan untuk menjaga iklim investasi di Kota Jambi. Pemerintah sendiri diakuinya tidak menginginkan penurunan pada usaha dan bisnis investor di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi menangguhkan pembangunan hotel bintang satu sampai empat untuk sementara waktu. Karena Pemerintah Kota Jambi tengah memperhatikan okupansi hotel di Kota Jambi di masa pandemi Covid-19.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi mencatat tingkat hunian kamar di Hotel berbintang di Jambi pada Desember 2021 sebesar 48,42 persen mengalami kenaikan dibanding bulan Oktober dan November 2021 masing-masing sebesar 44,57 persen dan 41,78 persen.

Jika jumlah okupansi atau tingkat hunian kamar hotel sudah kembali normal maka pemerintah Kota Jambi akan kembali membuka izin pembangunan atau investasi untuk masing-masing hotel.

"Jangan sampai nanti membuka yang baru tapi melemahkan yang lama," kata Syarif Fasha.

Kemudian terkait dengan investasi dan pembangunan SPBU di Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan saat ini sudah terdapat 25 SPBU yang tersebar di wilayah Kota Jambi. Berdasarkan hasil analisa bersama Pertamina dan Hiswana Migas, terdapat kecenderungan penurunan pendapatan SPBU per harinya.

Sebelumnya penjualan BBM per hari mencapai 20 Kiloliter, saat ini turun menjadi 15 Kiloliter. Di tambah satu lagi SPBU di Kota Jambi maka penjualan BBM di SPBU dalam satu hari menjadi 13 kiloliter, hal tersebut menunjukkan penurunan pendapatan.

"Ke depan jika ada penambahan distribusi BBM dari pihak Pertamina atau penambahan penjualan kendaraan roda empat dan roda dua dari distributor ataupun dealer maka izin akan dibuka kembali," kata Syarif Fasha.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments