JAMBI - Pihak kepolisian untuk sementara waktu belum bisa melanjutkan proses hukum terhadap JN (42), suami anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batanghari yang beberapa hari lalu ditangkap karena diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi AKBP Zulkarnain Harahap kepada wartawan mengatakan, untuk saat ini pihaknya hanya melakukan rehabilitasi terhadap JN, yang juga merupakan pecatan polisi.

Zulkarnain menyebutkan, meski sudah melakukan perpanjangan penahanan, pihaknya masih terkendala alat bukti untuk meningkatkan kasus JN ke tahap penyidikan.

"Untuk sementara yang bersangkutan kita rehabilitasi. Nanti kita akan berkoodinasi dengan pihak BNN," kata Zulkarnain, Jumat (4/2/2022).

Lebih lanjut Zulkarnain mengatakan, pada saat ditangkap JN diduga dengan sengaja menelan barang bukti sabu-sabu. Selain itu, pada saat ditangkap JN juga sedang tidak melakukan transaksi narkotika.

"Pada saat penangkapan JN mengunyah dan menelan barang bukti sehingga tidak bisa didapatkan, dan tidak bisa kita sita sebagai barang bukti," jelasnya.

Pihanya mengakui kesulitan untuk mencari alat bukti lainnya. Sementara alat bukti yang ada tidak cukup untuk menaikkan proses pemeriksaan ke tingkat penyidikan.

"Untuk sementara kita kesulitan alat bukti yang belum cukup. Jadi untuk sementara kita lakukan rehabilitasi dulu. Untuk rehapnya nanti kita Koordinasi dengan BNN dulu, nanti diarahkan kemana," kata Zulkarnain.

Namun apabila di kemudian hari alat bukti cukup untuk JN, penyelidikan akan terus dilakukan. Sejauh ini, kata Zulkarnaik, alat bukti hanya pengakuan dan keterangkan saksi penangkap.

"Kita khawatirkan dia mangkir dari keterangan awal sehingga alat buktinya tinggal satu saja, jadi tidak bisa diputus hakim. Makanya kita rehab, dan nanti penyelidikannya kita lanjutkan jika ditemukan alat bukti baru," pungkasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments