JAMBI - Ratusan pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Profesi Advokat demo di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Jumat (04/02) pagi.

Aksi merupakan reaksi atas penahanan salah satu advokat atas nama Tengku Ardiansyah yang ditangkap oleh jajaran penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjabtim.

Aksi masa dari advokat itu protes tindakan Kajari Tanjab Timur yang dinilai sewenang-wenang. Sejumlah pengacara bergantian menyampaikan aspirasi, bahkan sempat memanas. Mereka meminta Kajati Jambi menemui mereka.

Ada tiga poin penting yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Mereka menyatakan protes atas penangkapan dan penahanan Tengku Ardiansyah, S.H, M.H yang dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur dan jajarannya yang arogansi dan kesewenang-wenangan terhadap sesama penegak hukum dan menjatuhkan marwah profesi Advokat.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jagung Timur dan jajarannya belum pernah mengadukan tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan pasal 21 Undang Undang Tindakan Pidana Korupsi kepada organisasi lain yang menaungi Advokat tersebut sebagaimana berdasarkan Undang Undang No. 18 tahun 2003 tentang Advokat serta kode etik profesi Advokat.

"Kami protes keras terhadap pasal yang disangkakan terhadap rekan sejawat kami mengingat bahwa perkara pokok yaitu perkara No.39/PID.SUS/TPK/2021/PN.JMB telah disidangkan," kata Korlap aksi Deddy Yuliansyah membacakan tuntutannya.

Menyikapi massa aksi yang semakin memanas, Kasi Penkum Kejati Jambi Lexy Fatharany, menyatakan menerima aspirasi dari para demonstran.

"Kami menerima aspirasi dari bapak ibu sekalian, terkait penahanan rekan bapak ibu oleh penyidik Kejari Tanjung Jabung Timur, sebagai sesama sarjana hukum juga kita sudah tau bahwa penegakan hukum pasti ada 2 alat bukti dan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Oleh karena itu sama-sama menghargai,” kata Lexy Fatharani.

Pernyataan tersebut sontak membuat para demonstran semakin memanas, sempat terjadi cek-cok sesaat. Massa mendesak agar dipertemukan dengan Kajati, sementara itu Lexy meredakan massa aksi dengan mengungkapkan bahwa Kajati akan menerima Perwakilan dari massa aksi pada hari Senin, 7 Februari 2022. “Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi akan menerima bapak ibu sekalian dengan perwakilan 10 pada hari senin,” kata Lexy.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments