MUARABlUNGO - Ratusan warga Dusun (Desa, red) Teluk Panjang, Kecamatan Bathin III berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Bungo, Senin (7/2/2022). Mereka menuntut Bupati Bungo memecat Rio (Kepala Desa, red) Dusun Teluk Panjang, Amri Harun dari jabatannya.

Aksi yang didominasi kaum millenial dan emak-emak tersebut mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan Satpol PP.

Para pendemo menuntut Rio turun dari jabatannya karena dinilai sudah melanggar ketentuan adat istiadat di Dusun Teluk Panjang. Selain itu, Warga juga menilai Rio sudah melakukan penyelewengan terhadap Dana Desa.

"Dia (Amri Harun, red) sudah dinyatakan dipecat melalui sidang adat dusun karena telah melakukan pemukulan kepada Sekretaris Dusun beberapa waktu lalu," kata Husin, salah seorang peserta aksi.

Husin juga menyebut turunnya warga ke jalan pada hari ini akibat tidak ada kejelasan dari pemerintah daerah terkait tuntutan masyarakat.

Ia berharap pemerintah segera menghentikan Rio Dusun Teluk Panjang untuk menciptakan kondisi aman di Dusun tersebut.

"Kita sudah melalui beberapa proses di PMD namun belum ada keputusan. Makanya kita turun ke jalan hari ini," ujarnya.

Sementara itu, Asisten 1 Pemkab Bungo Zulpadli yang menyambut kedatangan massa menyebut akan melakukan proses terhadap tuntutan-tuntutan yang dibawa oleh masyarakat.

Namun, ia menilai untuk melakukan pemberhentian kepada seorang Rio tentu harus melalui tahapan yang didasari oleh hukum yamg tepat.

Tidak bisa hanya penilaian dari masyarakat langsung melakukan pemberhentian terhadap Rio. "Proses pemeriksaan sedang berjalan. Kami minta waktu 10 hari kepada masyarakat untuk memberikan keputusan," kata Zulpadli.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments