JAMBI - Komisi Pemberantasan Korupsi terus memeriksa sejumlah saksi terkait kasus gratifikasi dan suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi dengan tersangka Apif Firmansyah. Sebanyak tujuh saksi dipanggil dan diperiksa di Mapolda Jambi, Senin (7/2).

Pemeriksaan digelar di lantai dua Gedung Ditreskrimsus Polda Jambi. Di antara saksi yang datang adalah Dita Rafika Sari. Dalam rilis yang dibagikan ke media sebelumnya, Dita disebut sebagai pelajar atau mahasiswi.

Dita datang ke Mapolda Jambi ditemani ibunya. Mengenakan baju putih lengan hitam dan memakai jilbab hijau tua, dia langsung masuk ke ruang penyidik KPK. Sedangkan ibunya setia menunggu di luar ruangan.

Usai diperiksa penyidik, kepada wartawan Dita mengaku ditanyai terkait aliran dana Apif Firmansyah. “Katanya ada kasus pencucian uang terkait Apif Firmansyah. Saya saja tidak kenal sama Apif,” katanya.

Disinggung berapa jumlah uang yang disangkakan dicuci oleh Apif, Dita mengaku tidak mengetahui. “Saya tidak tahu, sama KPK ndak disebut juga berapa nominalnya,” tutupnya.

Selain Dita, tampak juga Muhammad Imaduddin alias Iim, direktur PT Athar Graha Persada yang juga dikenal dekat dengan Apif. Usai diperiksa, Iim mengaku dimintai keterangan tambahan.  “Masih seperti yang kemarinlah, cuman ada tambahan sedikit," katanya.

Selain Dita dan Iim, penyidik memanggil dan dijadwal  memeriksa sejumlah saksi lainnya, seperti Nur Apriyanti (komisaris PT Angkasa Indah), Veri Aswandi, Hasanuddin (Direktur Utama PT Giant Eka Sakti), Sutam, dan Asnawi (PNS).

Pemeriksan saksi dalam kasus Apif terbilang panjang. Pekan lalu penyidik juga memanggil saksi H Jais untuk mengetahui kedekatan mantan orang dekat Zumi Zola ini dengan Bupati Muarojambi Masnah Busro.

Apif sendiri ditetapkan tersangka karena diduga terlibat langsung dalam pusaran gratifikasi dan korupsi dana APBD Provisi Jambi. KPK menyebut Apif adalah orang kepercayaan dan representasi mantan Gubernur Jambi Zumi Zola.

Sejak Zola maju menjadi calon Bupati Tanjung Jabung Timur pada 2010,  Apif selalu mendampinginya. Ketika Zola terpilih menjadi bupati, Apif makin dipercaya mendampingi, membantu, dan mengurus berbagai kegiatan dinas sampai dengan keperluan pribadi Zola.

Kedekatan itu berlanjut hingga Zumi Zola terpilih menjadi Gubernur Jambi periode 2016-2021. Apif dipercaya mengurus semua keperluan Zola, mengelola kebutuhan dana operasional dengan meminta sejumlah fee proyek dari para kontraktor.

Sejumlah uang yang terkumpul tersebut diberikan kepada Zola dan keluarganya selain untuk keperluan pribadi Apif. KPK menyebut total yang yang dikumpulkan Apif sekitar Rp 46 miliar. 

KPK juga menduga Apif, yang kini masih tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi, menerima dan menikmati sekitar Rp 6 miliar untuk keperluan pribadinya. Namun Apif, sudah mengembalikan Rp 400 juta ke KPK.


Penulis: nov/fdy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments