MUARASABAK - Tingginya harga jual minyak goreng masih menjadi persoalan sejak beberapa bulan terakhir ini. Baru-baru ini para pedagang minyak goreng mengaku jika ingin mendapatkan harga minyak goreng murah dari distributor, mereka harus memiliki kartu khusus.

Seperti yang disampaikan oleh Husin, salah satu pedagang minyak goreng di pasar tradisional Blok D Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur.

Husin mengatakan, harga minyak goreng yang dibelinya dari distributor memang sudah cukup tinggi, berkisaran dari Rp 16.000 hingga Rp 18.500 per liter atau kemasan.

"Tapi kami pedagang bisa membelinya dengan harga modal lebih murah jika kami memiliki kartu khusus yang ditunjukkan kepada pihak distributor," kata Husin, Selasa (8/2/2022).

Dijelaskannya, kartu khusus itu seperti kartu member. Kartu tersebut ada Dua jenis, yakni kartu biru dan kartu merah. Jika pedagang menunjukkan kartu biru, maka bisa mendapatkan harga sedikit lebih mahal, dan jika pedagang menunjukkan kartu merah, harga modal yang didapat jadi lebih murah.

"Tapi yang saya miliki adalah kartu biru, makanya harga jual minyak goreng yang saya jual masih cukup tinggi di pasaran," jelasnya.

Husin juga mengaku tidak berani mengambil stok banyak, karena takut tidak laku. Ia hanya berani mengambil paling banyak 10 dus dengan distributor di Jambi. Namun jika dengan kondisi sebelum minyak mahal setiap minggunya dirinya bisa mengambil lebih dari 20 dus minyak goreng.

"Kalau sekarang bang, kami cuma berani ngambil 10 dus saja bang, kami takut tidak laku kalau ngambil banyak-banyak. Kalau dulu bisa lebih dari 20 dus bang," kata Husin.

Dengan masih tingginya harga minyak goreng ini, Ia berharap ada tindak dari pemerintah agar bisa mengambil langkah tegas. Sebab, minyak goreng yang ada saat ini masih banyak yang belum terjual, sementara untuk mengambil stok yang baru modal pedagang belum  kembali."Ya kami berharap kepada pemerintah lah lagi, karena kami pun juga tidak bisa berbuat apa-apa. Setidaknya pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan atas tingginya harga minyak goreng ini," tukasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments