JAMBI - Setelah buron selama lebih kurang tiga bulan, Joko Purnomo, salah seorang tahanan Polres Batanghari yang pada 15 November 2021 lalu kabur dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Muarabulian akhirnya menyerahkan diri.

Joko Purnomo termasuk dalam 24 tahanan yang kabur dari LPKA Muarabulian. Sejauh ini, 23 orang telah diamankan kembali oleh pihak kepolisian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, Joko Purnomo menyerahkan diri pada Sabtu (12/2/2022) lalu sekira pukul 11.00 WIB, didampingi keluarganya.



"Sebelumnya saudara tersangka menghubungi salah seorang anggota Polres Batanghari untuk minta petunjuk. Kemudian diarahkan langsung datang ke Polres Batanghari," kata Kaswandi, Senin (12/2/2022).

Lebih lanjut Kaswandi mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui jika Joko sempat bersembunyi di kebun warga usai kabur dari LPKA Muarabulian. Kemudian dengan berjalan kaki, Joko menuju wilayah Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Di Simpang Bajubang, Joko mencoba meminta bantuan dengan menghentikan kendaraan yang melintas. Ia pun mendapat tumpangan mobil truk hingga ke Desa Panerokan, Kabupaten Batanghari.

"Dari Panerokan, ia melanjutkan berjalan kaki menuju Desa Bunut, Kecamatan Sungaibahar, Kabupaten Muarajambi. Terus ke Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan," beber Kaswandi.

"Dengan berjalan kaki, ia membutuhkan waktu lebih kurang dua bulan sampai di Bayung Lencir," kata Kaswandi menambahkan.

Dikatakannya lagi, Joko tiba di Bayung Lencir pada 11 Februari 2022. Ia kemudian berusaha menghubungi saudara kandungya dengan meminjam handphone orang yang ditemuinya.

"Setelah menghubungi saudaranya, yang bersangkutan minta dijemput dan minta bantu menyerahkan diri ke Polres Batanghari," ujar Kaswandi.

Keesokkan harinya, pada 12 Februari 2022, Joko dijemput saudaranya. Ia kemudian diantar ke Polres Batanghari untuk menyerahkan diri.

"Saat ini masih ada satu tahanan atas nama Mat Tarmajin yang masih kita cari," kata Kaswandi.


Penulis: Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments