KUALATUNGKAL - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Tanjab Barat di tahun 2022 ini menargetkan replanting sawit seluas 3.500 hektare. Namun sejumlah kendala saat ini tengah dihadapi Disbunnak Tanjab Barat, salah satunya terkait legalitas lahan.

Kepala Bidang Perkebunan Disbunnak Tanjab Barat Zulkafli mengatakan, belajar dari tahun sebelumnya, sejumlah kendala terjadi salah satunya kepemilikan lahan yang akan dilakukan replanting.

"Saat ini Disbunnak masih terkendala terkait sertifikat yang dimiliki para petani sawit. Sertifikat petani sawit masih banyak tidak jelas," katanya, Rabu (16/2/2022)

Menurutnya, lahan menjadi syarat utama dalam pelaksanaan replanting tersebut. Apabila lahan tidak jelas statusnya maka itu menjadi hambatan sendiri. "Persyaratan replanting yang sudah ditetapkan harus lahan yang memiliki legalitas," ucapnyd.

Selain legalitas lahan, Zulkafli juga mengatajan kurangnya minat petani untuk mereplanting kebun nya pada tahun tahun sebelumnya.

"Minat petani juga kurang untuk mereplanting kebunnya, padahal harga lagi bagus bagusnya. Selain itu umur juga menjadi kendala, tandasnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments