JAMBI - Pemerintah Kabupaten Batanghari menargetkan nilai investasi yang masuk tahun 2022 ke daerah itu setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Target nilai investasi tahun 2022 setara dengan APBD, sehingga memiliki dan memberikan kekuatan yang sama untuk menggerakkan perekonomian," kata Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, Selasa (22/2).

Tahun 2022 APBD Pemkab Batanghari menetapkan anggaran pendapatan sebesar Rp 1,3 triliun dan belanja daerah sebesar Rp 1,6 triliun.

Target investasi tersebut ditetapkan pemerintah daerah itu setara dengan nilai APBD karena capaian nilai investasi tahun 2021 melebihi target, bahkan capaiannya hampir setara dengan nilai APBD tahun 2021.

Dimana pada tahun 2021 nilai investasi di daerah itu mencapai Rp1,08 triliun, melebihi dari target yang di tetapkan sebesar Rp350 miliar. Berkat capaian tersebut Pemerintah Kabupaten Batanghari menerima penghargaan dari Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

"Upaya untuk meningkatkan nilai investasi di Batanghari salah satunya dengan cara mempublikasikan potensi investasi di Batanghari dan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi investor untuk berinvestasi," kata Fadhil Arief.

Kabupaten Batanghari memiliki potensi investasi yang cukup besar di sektor perkebunan, pertambangan dan minyak bumi.

Adapun Kemudahan dan kenyamanan berinvestasi tersebut dilakukan dengan memberikan kenyamanan di bidang infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan dan perizinan. Serta menjaga stabilitas politik, keamanan, kesehatan dan ketertiban yang baik.

"Kita menginginkan di Batanghari terdapat industri hilir, di Batanghari ada pabrik CPO dan tambang batu bara, namun sektor tersebut masih bergerak di sektor hulu," kata Fadhil Arief.

Pemerintah daerah itu tengah mengupayakan industri hilir dari sektor tersebut, seperti pabrik minyak goreng, pabrik etanol dan pabrik bio diesel. Dengan demikian, tidak hanya dapat meningkatkan nilai investasi, namun akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments