MUARASABAK – Cekcok yang terjadi saat mediasi persoalan lahan menyebabkan H Hasse (58) warga Desa Marbau, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur ditikam tetangganya.

Peristiwa penikaman ini terjadi pada Selasa (22/2) di rumah salah satu Kepala Dusun di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara. Diduga penyebabnya adalah gara-gara tidak menemukan kata mufakat dan tersinggung ketika korban dan pelaku di mediasi.

Kapolsek Mendahara Iptu Haspenri Cibro melalui Kanit Reskrim Aipda Muhammad Taufik mengatakan, pada hari Selasa (22/2) sekitar pukul 15.30 WIB korban H Hasse (58) dan pelaku atas nama Ambo Ilang (45) melakukan pertemuan di rumah Kadus Makmur untuk menyelesaikan permasalahan sengketa lahan antara keduanya.

‘’Sore itu korban terlebih dahulu sampai ke rumah Kadus, tidak berselang lama pelaku juga datang. Pada saat mediasi, terjadi cekcok antara pelaku dan korban, karena tidak menemukan kata sepakat,’’ kata Taufik, Kamis (24/2).

"Pas lagi cekcok itu, korban memukul lantai yang membuat pelaku terkejut dan tersinggung. Tanpa bisa mengendalikan emosi, spontan pelaku mencabut badik yang ia bawa dan menikam dada korban bagian kanan," ujarnya menambahkan.

Setelah menikam korban, pelaku langsung diamankan di lokasi kejadian oleh beberapa orang yang ada di rumah Kadus tersebut. Sementara korban dilarikan ke pusat kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

"Usai melakukan aksinya dan diamankan di lokasi kejadian oleh warga, kami menerima laporan peristiwa tersebut dan langsung mengamankan pelaku berikut barang bukti dan meminta keterangan saksi," ungkap Taufik.

Dalam pemeriksaan di Polsek Mendahara, pelaku mengakui kalau perbuatannya tersebut karena kesal dan tidak bisa mengontrol emosi.

"Korban sendiri, karena mengalami luka tikaman cukup serius, harus dirujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Kota Jambi untuk mendapatkan tindakan medis yang lebih maksimal," jelasnya.

Pelaku sendiri dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korbannya mengalami luka berat dan akan diancam dengan hukuman 5 tahun penjara.

"Kasus ini sudah kita limpahkan ke Polres Tanjab Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Pelaku dan barang bukti juga sudah diamankan di Polres Tanjab Timur," kata Taufik.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments