JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris meminta pihak-pihak yang berseteru terkait dualisme kepemimpinan di Universitas Batanghari (Unbari) untuk mencabut laporan. Permintaan ini disampaikan Al Haris sebagai tindak lanjut penyelesaian dualisme kepemimpinan di Unbari saat ini.

Sebelumnya, Camelia Puji Astuti selaku ketua Yayasan Pedidikan Jambi (YPJ) melaporkan Rektor Unbari Fachruddin Razi ke Polda Jambi, atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang.

Baca juga : Unbari Gugat Ketua Yayasan Pendidikan Jambi Camelia Puji Astuti Rp 43,8 Miliar

Sementara itu Senat Unbari menggugat Camelia Puji Astuti secara perdata ke Pengadilan Negeri Jambi. Oleh Senat Unbari, Camelia digugat Rp 43,8 miliar.

Al Haris menyampaikan jika Pemerintah Provinsi Jambi saat ini tengah mencarikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Unbari.

Ditegaskan Al Haris, pencabutan laporan oleh masing-masing pihak harus dilakukan agar Unbari tidak dibekukan oleh Dikti.

"Kami tadi membahas soal Unbari. Solusinya yang pertama adalah meminta masing-masing pihak untuk mencabut laporan dalam waktu satu minggu," kata Al Haris usai menggelar pertemuan dengan pihak Unbari dan Yayasan Pendidikan Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (1/3/2022).

Selanjutnya, Pemprov Jambi meminta Unbari agar membenahi internal termasuk memilih rektor yang baru sesuai dengan aturan yang sudah ada. Pemerintah dalam hal ini turut membantu agar proses belajar mengajar di Unbari tetap barjalan tanpa hambatan apa pun.

"Ini akan kita awasi, dan sesuai dengan hasil pertemuan tadi, para pihak meminta waktu satu minggu untuk berdiskusi. Insya Allah dalam satu minggu ada hasilnya," kata Al Haris.

Pertemuan dihadiri oleh pihak Unbari dan Yayasan Pendidikan Jambi. Al Haris juga sempat menjelaskan asal mula pendirian Unbari, yang mana didirikan bertujuan untuk membantu pemerintah dalam dunia pendidikan khususnya.


Penulis: Pratiwi Resti Amalia
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments