SAROLANGUN - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chatib Quzwain Sarolangun baru-baru ini ramai menjadi perbincangan. Pasalnya, salah satu keluarga pasien bernama Kartilawati (56), warga Kecamatan Singkut mengeluhkan pelayahan dari pihak rumah sakit, serta mengaku telah mendapat perlakuan kurang menyenangkan.

Insiden menghebohkan itu diceritakan Devi (40), anak pasien yang membeberkan kejadian berawal ketika pihak keluarga meminta perawat untuk memasangkan kateter urine atau alat bantu pembuangan bagi pasien.

"Kami minta pasangin kateter ke perawat depan, kareno mak (ibu, red) dak nyaman pakai pampers. Nah dijawablah dengan nada berang oleh perawat, kenapo dak mintak dari atas tadi," katanya, Selasa (8/3).

Sebelum terjadi keributan, Devi mengatakan pihak RSUD sempat menuduh keluarga pasien marah ketika menyampaikan keinginan itu. Namun Devi mengatakan saat itu pihaknya hanya dituding balik oleh pihak RSUD.

"Saya sempat videokan peristiwanya bang dan dikirim ke group FB Fordisa. Dalam video itu akan nampak, justru kami yang dianggap salah, kami juga dimarah-marahi oleh dokternya dan beberapa orang security RSUD," ungkapnya.

Ditambahkan Devi, ketika itu keluarga hendaknya menemui perawat di meja pelayanan meminta bantu pemasangan kateter. Tidak berselang berapa lama, rombongan petugas lain datang dan marah-marah ke ruangan pasien.

"Perawat itu menelepon melapor ke atas. Laporan itu katanya kami datang marah-marah. Biar masyarakat tahu RSUD ini cacat pelayanan, bukan cuma saya semua orang sudah tahu," ujarnya.

Devi mengungkap, akibat kejadian itu pihaknya lalu merujuk pasien pindah ke rumah sakit lain di Sarolangun untuk mendapat pertolongan.

"Kami nak berobat nih nak sembuh, mak sayo malam itu jugo sayo rujuk ke Rumah Sakit LGM. Yang mano salah dan benar nanti, itu saat kejadian dilihat kamera CCTV, kalau emang iyo CCTV RSUD aktif biso ceklah di sano nanti," tambahnya.

Sementara itu, pihak RSUD Sarolangun belum dapat dikonfirmasi Metro Jambi mengenai peristiwa tersebut.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments