JAMBI – Terdakwa kasus illegal access berupa pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jambi, Ferdiansyah, dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dengan pidana penjara selama satu tahun.

Tuntutan ini dibacakan JPU Zuhdi dalam sidang virtual yang dipimpin oleh hakim ketua Alex Pasaribu, Rabu (9/3). Menurut jaksa, terdakwa Ferdi telah terbukti bersalah melanggar Undang-Undang No 24 tahun 2013, tentang administrasi kependudukan.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun, dikurangi masa tahanan. Dan meminta terdakwa agar tetap berada dalam tahanan,” ucap Zuhdi membacakan tuntutannya dalam sidang virtual.

Terkait tuntutan jaksa tersebut, ketua majelis hakim Alex Pasaribu memberikan kepada terdakwa maupun penasehat hukumnya waktu satu minggu untuk menyampaikan pembelaan atau pledoi.

“Kami beri waktu satu minggu untuk membacakan pembelaan. Sidang ditunda Rabu (16/03/22),” kata hakim ketua Alex Pasaribu.

Ferdiansyah sendiri ditetapkan tersangka oleh penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi dalam kasus pencetakan TKP palsu. Tersangka sendiri sehari-hari bertugas sebagai operator di Dinas tersebut.

Kasus ini terjadi dalam enam waktu berbeda, yakni pada tanggal 6 April 2021, 8 April 2021, 18 April 2021, 22 April 2021, 29 April 2021 dan terakhir 07 Mei 2021. Tersangka mencetak KTP diluar perintah atasannya, atau diduga melakukan illegal access.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments