MUARASABAK – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 49 Kelurahan Sungai Lokan, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur saat ini berjalan tidak maksimal. Hal ini dikarenakan belum selesainya pekerjaan proyek revitalisasi yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2021 di sekolah tersebut.

Murid di SD 49 Sungai Lokan saat ini terpaksa harus belajar di lantai dan rumah guru, akibat ruang belajar di sekolah mereka belum selesai dikerjakan.

Sekretaris Daerah Tanjab Timur Sapril saat dikonfirmasi mengatakan, SD 49 Sungai Lokan merupakan salah satu sekolah yang mendapat program revitalisasi. 

Sapril menyebutkan, SD 49 Sungai Lokan mendapatkan revitalisasi sebanyak delapan paket ruang kelas baru (RKB). Dari delapan paket itu, lima ruangan sudah selesai pengerjaannya, dan tiga ruang belajar belum rampung pengerjaannya.

“Mengapa tiga ruangan tersebut belum selesai, setau saya ada adendum dari kementerian setelah dilaksanakan revitalisasi itu yang semula kegiatan tersebut merupakan rehab sedang untuk RKB nya. Yang tiga RKB tersebut ternyata tidak bisa dilaksanakan rehab sedang, tetapi harus dilaksanakan rehab berat. Karena pondasi 3 ruangan tersebut tidak memungkinkan lagi untuk di rehab sedang. Mungkin karena keterbatasan waktu, sehingga 3 ruangan tersebut belum selesai pengerjaannya,” kata Spril, Kamis (17/3).

Menyikapi adanya murid di SD 49 Sungai Lokan yang belajar di lantai, Sapril mengatakan akan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur untuk melakukan pengecekan ke lapangan, sekaligus memobilisasi tenaga pendidik di SD tersebut untuk memanfaatkan meubeler yang ada. 

Dikatakan Sapril, program revitalisasi ini hanya untuk fisik bangunan sekolah, sedangkan untuk meubeler adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah.

“Dari total 197 SD yang ada di Kabupaten Tanjab Timur, sembilan SD yang ada saat ini masih dilakukan regrouping. Bisa saja sambil menunggu pembangunan tiga ruangan belajar di SD 49 tersebut selesai, muridnya untuk sementara belajar di sekolahan yang berada tidak jauh dari SD tersebut. Intinya proses belajar mengajar tatap muka harus berjalan dengan baik, tentunya harus dilakukan dengan benar juga,” kata Sapril.

Tahun 2021, ada 42 sekolah Kabupaten Tanjab Timur yang mendapat program revitalisasi. 42 sekolah tersebut terbagi menjadi dua zona, dimana untuk zona satu yaitu di Kecamatan Mendahara 6 SD, 1 SMP, Kualajambi 1 SD dan Geragai 8 SD.

Untuk zona dua, terdiri dari Kecamatan Muarasabak Timur 3 SD, Nipahpanjang 8 SD, Rantaurasau 1 SD, Dendang 7 SD, Sadu 6 SD dan Berbak 1 SD. 

Sementara itu, dari hasil survei, sekolah di dua kecamatan lainnya yakni Mendahara ulu dan Muarasabak Barat tidak masuk dalam program revitalisasi karena pertimbangan sekolahan yang ada di dua kecamatan tersebut kondisi bangunnya masih layak pakai.

“Untuk di tahun 2022 ini, ada 41 SD dan 1 SMP yang mendapat program revitalisasi. Untuk di zona satu ada 15 SD dan 1 SMP, untuk zona dua ada 26 SD,” ujar Sapril.

Untuk zona satu, mayoritas pengerjaan fisik sekolahan belum selesai sampai tahap akhir. Sedangkan dari 6 kecamatan yang ada di zona dua, baru sekolahan yang ada di 3 kecamatan yang pengerjaannya telah selesai.

Dari program revitalisasi sekolah ini, Kabupaten Tanjab Timur mendapat bantuan sekitar Rp 88 miliar. Dimana, untuk bantuan revitalisasi sekolah di zona satu sebesar Rp 33 miliar dan di zona dua Rp 55 miliar.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments