JAMBI - Kota Jambi mencapai angka prevalensi stunting terendah dibandingkan dengan sepuluh kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi.

Kepala Bappeda Kota Jambi, Suhendri, Selasa (22/3),  mengatakan untuk angka prevalensi stunting Kota Jambi pada 2021 sebesar 17,4 persen menurun dr tahun sebelumnya yakni angka prevalensi stunting Kota Jambi pada 2018 sebesar 26,2 persen dan 18,62 persen (2019).

Sedangkan pada 2020 tidak dilakukan perhitungan akibat Covid-19.

Kepala Bappeda Kota Jambi menyebutkan Wali Kota Jambi telah mengeluarkan keputusan tentang penetapan nama kelurahan prioritas pencegahan penanggulangan stunting di Kota Jambi pada 2021-2022.

Lokasi fokus (lokus) pada 2022 meliputi Kecamatan Jelutung yakni kelurahan Talang Jauh, Payo Lebar, Lebak Bandung, Cempaka Putih dan Handil Jaya.

Kemudian Kecamatan Alam Barajo yakni Kenali Besar dan Beliung, Kecamatan Danau Teluk yakni Tanjung Pasir, Tanjung Raden dan Pasir Panjang, Kecamatan Telanai Pura yakni Simpang IV Sipin dan Pematang Sulur.

Kecamatan Pasar yakni kelurahan Beringin dan Orang Kayo Hitam, Kecamatan  Jambi Timur yakni Tanjung Sari, Sulanjana, Sijinjang, Kasang, Tanjung Pinang dan Kasang Jaya.

Kecamatan Pelayangan yakni Arab Melayu dan Mudung Laut, Kecamatan Danau Sipin yakni Kelurahan Murni,  Kecamatan Jambi Selatan yakni Wijaya Pura dan Pasir Putih dan Kecamatan Paalmerah yakni Kelurahan Talang Bakung.

Pemerintah Kota Jambi telah menggelar rapat percepatan penurunan stunting di Kota Jambi pada tahun ini sebagai tindak lanjut Perpres No 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Pemerintah Kota Jambi memiliki program Jambi Bugar dimana salah satu programnya yakni memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Setiap kecamatan dan kelurahan saat ini sudah ada terbentuk Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), kami ingin secara terbuka menyusun program lintas sektor.

Dalam hal penanganan stunting ini masyarakat tidak mampu menjadi prioritas dan lewat rakor ini tentunya dirinya berharap bisa melihat evaluasi hasil kerja.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments