JAMBI - Puluhan siswa SMKN 3 Kota Jambi sekira pukul 09.00 WIB, Kamis (24/3), melakukan penyerangan ke SMAN 12 Kota Jambi. Akibatnya, sejumlah siswa dan guru terluka.

Kepala SMAN 12 Kota Jambi Syaipudin mengatakan, pada saat terjadi penyerangan siswa tengah melaksanakan ujian.

"Tiba-tiba siswa dari SMKN 3 ini langsung menyerang, dan masuk ke dalam kelas langsung menganiaya siswa kita. Ada satu siswa kita yang harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara dan harus dirawat inap," kata Syaipudin.

Disebutkan Syaipudin, ada sekitar 13 siswa dan 4 orang guru yang menjadi korban penyerangan. Ia juga tidak mengetahui apa penyebab dan motif dari kejadian ini.

"Saya tidak tahu apakah mereka datang ke sini membawa senjata tajam tahu tidak. Tapi petugas saya melihat ada dua orang yang membawa senjata tajam jenis celurit," katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Kota Jambi Edri Penta mengatakan kejadian tersebut tidak terpantau oleh dirinya. Edri mengatakan setelah kejadian tersebut, ia langsung memanggil beberapa perwakilan siswa.

"Kita panggil anak-anak kita agar tahu akar permasalahannya apa. Kita panggil para pengurus OSIS-nya, permasalahannya itu terkait ruang kelas yang dipinjam oleh SMAN 12 Kota Jambi untuk melangsungkan ujian," katanya.

Dari kejadian tersebut, kata Edri, untuk koordinasi antara SMAN 12 dan SMKN 3 ini sudah apik. Pihak SMAN 12 pun telah berkoordinasi dengan pihak SMKN 3, maka dari itu pihak SMKN 3 meminjamkan ruangan kepada SMAN 12 untuk ujian.

"Otomatis ruangannya terpakai untuk ujian, itukan belajarnya dipindahkan. Rupanya kakak kelas mendapatkan informasi seperti itu, mereka langsung mendatangi adek kelasnya. Para kakak kelas ini menanyakan kenapa kamu pindah kelas dan para adek kelas ini bilang ruangan kelas kami dipakai," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak ada sama sekali permasalahan baik itu dari pihak SMAN 12 dan SMKN 3. "Kemarin saya di sini hingga sore, anak-anak masih aman," ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Kotabaru Kompol Dhadhag Anindito menyampaikan bahwa kejadian ini terdapat selisih paham atau miskomunikasi antara murid SMAN 12 dan SMKN 3, dimana di lokasi SMAN 12 ini terdapat dua sekolahan yang sedang melaksanakan belajar mengajar.

"Paginya itu SMAN 12 dan siangnya itu dipakai SMKN 3, dan mereka pun sedang melaksanakan ujian di gedung SMAN 12," ujarnya.

Ditambahkan Dhadhag, dikarenakan ada perselisihan kemudian memberikan informasi kepada pihak Lurah, sehingga dari siswa SMKN 3 yang ada di Jalan Lingkar Pall 10 berbondong-bondong datang dan memasuki kelas di area SMAN 12.

"Sudah terjadi keributan. Namun, sekarang sudah berangsur kondusif. Beberapa pihak juga sudah menengahi hal ini, dan juga dari pihak Dinas Pendidikan juga sudah datang kesini," katanya.

Dikatakannya lagi, terdapat 4 siswa dari SMAN 12 yang mengalami luka dan siswa tersebut sudah berobat. "Kasus ini masih akan kita tindaklanjuti," pungkasnya. 


Penulis: Ichsan
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments