JAMBI - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jambi, Rabu (30/3), kembali menggelar aksi demo di kantor gubernur dan DPRD Provinsi Jambi.

Dalam aksinya kali ini, gabungan mahasiswa yang berasal dari kampus UIN STS Jambi, STAI, dan STMIK, langsung ditemui oleh Gubernur Jambi Al Haris dan Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto.



Gubernur dan ketua DPRD Provinsi Jambi bahkan langsung menggelar dialog dengan duduk lesehan di lapangan kantor Gubernur Jambi.
 
Dalam dialog tersebut, salah seorang mahasiswa, Riki Handriska, menantang pemerintah untuk berkomitmen soal stabilitas harga dan stok minyak goreng.

"Sekarang di depan kami (mahasiswa, red) yang mewakili masyarakat, bapak berani atau tidak berkomitmen selama Ramadan harga minyak turun di bawah Rp 20 ribu," kata Riki.

"Jika bapak berani berkomitmen dan ditampilkan seluruh media. Kami acungkan jempol, itu baru pemimpin," ujarnya lagi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Metrojambi.com Riki Handriska menjelaskan mereka menuntut soal yang sama seperti saat mereka berdemo pekan lalu yakni soal stabilitas minyak goreng dan juga Upeti yang marak.

"Upeti dan stabilitas minyak goreng. Ini merupakan tindak lanjut dari demo sebelumnya karena kemarin tidak ada jalan keluar," ujarnya kepada Metrojambi.com.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di daerah terisolir. Dan juga mempertanyakan program Jambi Mantap tahun 2021- 2024.

"Sama seperti demo sebelumnya," sebut Riki.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi dari mahasiswa. Ia berkomitmen akan bekerja dengan baik untuk masyarakat Jambi.

"Kami dengan pak Ketua DPRD akan berkomitmen. Tanpa didemo pun kita akan bekerja dengan sungguh hati," tegas Al Haris.

Ditambahkan Al Haris, ia juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindag untuk menyiapkan vaksin sebanyak 25 ribu selama bulan ramadhan dengan memberikan minyak goreng gratis kepada warga yang ikut vaksin ketiga nantinya.

"Dua liter minyak. Ini dilakukan disamping untuk menggunakan produk lokal juga mempercepat vaksin dan mengatasi soal minyak goreng dimasyarakat. Ada dana Rp 7,8 miliar," kata Al Haris.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto mengatakan, pihaknya berencana untuk menggelar rapat bersama korporasi untuk menekan harga minyak goreng.

"Maksud saya walaupun HET secara nasional ditiadakan, tetapi bisa saja Pak Gubernur dengan korporasi. Kita akan hitung biaya produksi, syukur-syukur bisa dengan harga Rp 20 ribu seperti tuntutan adik- adik mahasiswa," ujarnya.

Menurut Edi Purwanto, pasca pandemi Covid-19, pengusaha mempunyai sains of crisis. "Selanjutnya kami terimakasih memang adik mahasiswa merupakan pilar demokrasi. Harapan saya dari pengusaha juga memikirkan itu," katanya.


Penulis: Pratiwi Resti Amalia
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments