Sejumlah pendatang baru muncul dalam bursa perebutan kursi Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Ada yang datang dari partai lain, ada pula yang benar-benar baru berpartai. Bagaimana peluang mereka?

Oleh: Sahrial

Di Kota Jambi ada nama Mezi Arsento. Mantan Wakil Ketua KNPI Provinsi Jambi ini menantang politisi senior Partai Demokrat, Roro Nully Kurniasih Kawuri, yang tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Jambi.

Saat mendaftarkan diri pekan lalu, Mezi langsung menyerahkan berkas ke panitia. “Alhamdulillah dukungan kita sudah cukup,” ujarnya. Hanya saja, ia enggan menyebutkan jumlah dukungan yang sudah didapat.

Sebelum bergabung dan mancalonkan diri menjadi ketua DPC Demokrat Kota Jambi, Mezi merupakan kader PDIP. Dia baru masuk ke Demokrat setelah H Mashuri terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi.

Mezi mengaku sudah mengundurkan diri dari partai banteng. “Secara etika saya sudah menugundurkan diri, dan alhamdulillah saya mendapat restu dan support dari Ketua Edi Purwanto," kata mantan Ketua Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila DPD Provinsi Jambi ini.

Mezi, politisi asal Bungo, satu daerah dengan Mashuri, mengaku sudah menyampaikan visi dan misi. Untuk selanjutnya, dia menyerahkan kepada panitia. "Saya sudah sampaikan misi dan misi, sekarang kita serahkan ke SC dan OC dan verifikasi," katanya.

Lawan Mezi cukup berat. Roro adalah istri Bendahara DPD Demokrat Jon Harles. Roro yang juga wakil ketua DPRD Kota Jambi ini mengklaim mendapat dukungan tujuh PAC.

Di Muarojambi, ada Asnawi Rivai yang ikut memperebutkan kursi Ketua DPC Partai Demokrat. Dia benar-benar orang baru. Dia rela mundur dari jabatan Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jambi untuk bergabung dengan Partai Demokrat.

Di DPD Demokrat Provinsi Jambi, Asnawi dipercaya oleh Mashuri memegang bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Saat mengajukan pencalonan, Asnawi mengaku didukung lima PAC. Kata dia, jumlah itu sudah melebihi 20 persen syarat minimal untuk maju. “Kita punya 11 PAC, artinya sudah lebih 20 persen,” katanya.

Asnawi optimis bisa mendapatkan kepercayaan menjadi ketua DPC Partai Demokrat Muarojambi. Saingannya adalah Suhirman, anggota Fraksi Demokrat DPRD Muarojambi.

“Insya Allah optimis menang. Kita ikuti saja prosesnya, karena setelah ini ada uji kelayakan,” pungkasnya.

Di Tanjung Jabung Timur  ada nama H Saifudin, antan Asisten II Setda Provinsi Jambi, yang maju sebagai calon DPC Partai Demokrat. 

Walau pendatang baru, bagi Demokrat, Haji Sai –demikian sapaan akrabnya— bukan nama yang asing. Isterinya, Nuhayati, adalah anggota DPRD Provinsi Jambi dari Demokrat.

Namanya juga santer disebut setelah terkena operasi tertangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap ketok palu RAPBD 2017-2018. Dia telah menjalani masa hukuman tiga tahun penjara.

Saifudin hadir di acara pembukaan Muscab serentak DPC se-Provinsi Jambi di Hotel Aston Jambi, Jumat (8/4). Sejauh ini, dia maju di Tanjab Timur sebagai calon tunggal.

Sekretaris Umum DPD Demokrat Syamsu Rizal menyatakan bahwa Demokrat adalah partai yang terbuka untuk semua anak bangsa. Semua calon, kata dia, mempunyai peluang yang sama, baik pendatang baru maupun yang lama.

“Dukungan PAC yang banyak tidak menjamin jadi ketua. Artinya kita bukan yang paling banyak dukungan,” kata pria yang akrab dengan panggilan Iday ini. Sebab, setelah itu ada tahap fit and proper test di DPP.

Pengamat politik Jambi, Citra Darminto, menilai sosok Mezi dan Asnawi merupakam representasi kalangan muda atau milineal.

“Saya menilai ini searah dan sejalan dengan langkah politik partai Demokrat, yang mana semenjak kepemimpinan AHY, sudah masuk ke tahap politik milenial,” kata dosen Fisipol Unja ini.

Namun tidak dapat dipungkiri juga, kata dia, muda saja tidak cukup. Untuk menjadi seorang pemimpin sebuah organisasi tetap diperlukan kepiawaian komunikasi ke seluruh eleman partai. Salah satunya dengan tokoh-tokoh senior partai.

“Restu dan dukungan mereka juga sebagi penentu. Nah tergantung kepiawaian anak mudanya dalam berkomunikasi, dan meyakinkan tokoh-tokoh seniornya,” tukasnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments