JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi mengantisipasi penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menjangkiti ternak sapi dan kerbau dengan cara melakukan pemeriksaan hewan ternak tersebut.

"Kami sudah surati Dinas Peternakan kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk melakukan pemeriksaan hewan ternak," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi Akhmad Maushul, Senin (25/4).

Pemeriksaan tersebut dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Mengingat hewan ternak yang terjangkit penyakit LSD tersebut dagingnya tidak layak dikonsumsi.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi akan melakukan pemeriksaan hewan ternak tersebut pada 26-27 April 2022. Di mana pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap peternak sapi dan kerbau yang ada di wilayah Kota Jambi.

Medik Veteriner Ahli Muda Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi drh. Rospita Pane mengatakan pemeriksaan kepada hewan ternak tersebut dilakukan oleh beberapa tim. Sehingga pemeriksaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Penyakit LSD tersebut sebelumnya marak ditemukan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dan di wilayah Provinsi Jambi sempat ditemukan di Kabupaten Merangin. Namun di wilayah Kota Jambi penyakit LSD tersebut belum ditemukan pada daging maupun hewan ternak.

"Oleh karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan, terlebih permintaan terhadap daging sapi dan kerbau meningkat jelang hari raya," kata Rospita Pane.

Rospita menjelaskan penyakit yang diakibatkan virus LSD tersebut menyebabkan luka seperti bintil-bintil pada kulit sapi. Meski tidak bersifat zoonosis atau dapat menularkan kepada manusia, namun daging sapi atau kerbau yang terjangkit LSD tidak layak dikonsumsi.

Adapun ciri sapi atau kerbau yang terserang penyakit tersebut biasanya lebih kurus dan tidak bisa gemuk.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments