JAMBI – Program EBITDA Holding Perkebunan ternyata memang terbukti manjur. Jalankan Program EBITDA bidang transportasi, PTPN VI efisiensi pendapatan hingga 3 persen.

Transformasi EBITDA merupakan program holding untuk mengerem atau mengefisiensi pengeluaran perusahaan.

Taufik Pulungan, Kabag Pengadaan dan TI PTPN VI menyampaikan hal itu pada awak media baru-baru ini. PTPN VI pertama kali di holding perkebunan yang berhasil mengeksekusi dan melakukannya.

"Segi transportasi kita bisa efisien pengeluaran 3 persen. Ini program holding diberi nama EBITDA. Cuma kita yang baru eksekusi EBITDA ini," kata Taufik Pulungan, Senin (25/4).

Taufik menyebutkan, transformasi bisnis telah dilakukan melingkupi seluruh pengangkutan dari hasil kebun, baik berupa TBS, CPO, PK, maupun teh.

"Transformasi ini kita lakukan menggunakan metode pengadaan secara  Integrasi Procurement System (IPS). Kita melibatkan dengan cara mengundang  vendor yang terdaftar di PTPN Group  Mulai nampak ada efisiensi hingga 3 persen,'' paparnya.

Menurut Taufik, dalam pelaksanaan yang mulai berlangsung pada 1 Januari lalu, pihaknya menetapkan bahwa transportasi yang disediakan vendor harus detail sesuai klausul.

"Vendor harus sediakan minimal 30 persen armada baru. Kita tak mau dalam pelaksanaan menggunakan armada tua yang bisa menghambat jalannya operasional hasil kebun ke pabrik," urai Taufik.

EBITDA merupakan singkatan dari Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

Secara umum, istilah ini merupakan alat yang digunakan untuk mengukur performance keuangan sebuah perusahaan.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments