JAMBI - Pemerintah Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi dan kerbau yang diperjualbelikan di pasar ternak dan yang berada di peternakan masyarakat jelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah tahun 2022.

"Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penularan penyakit pada hewan yang bisa berdampak pada hewan itu sendiri dan pada manusia yang mengonsumsinya," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari Irwan di Batanghari, Kamis (28/4).

Irwan menjelaskan pasar ternak di Kabupaten Batanghari beroperasional satu kali seminggu, yakni setiap hari Jumat. Dalam kesempatan itu akan dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak, karena diprediksi akan banyak hewan ternak yang diperjualbelikan.

Pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), mengingat telah terjadi penularan terhadap ternak sapi dan kerbau di wilayah Sumatera.

Selain itu pemeriksaan juga dilaksanakan di rumah potong hewan, baik rumah potong hewan milik pemerintah maupun rumah potong hewan milik masyarakat. Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari telah menyiagakan dokter hewan di setiap kecamatan di daerah itu untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak.

Dengan demikian di harapkan hewan-hewan ternak yang beredar di pasaran merupakan hewan ternak dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

"Sebelum daging beredar di pasaran kita sudah pastikan daging tersebut dalam kondisi baik dan layak konsumsi," kata Irwan.

Pemeriksaan terhadap hewan ternak tersebut juga dilaksanakan di wilayah Kota Jambi. Medik Veteriner Ahli Muda Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Dokter hewan Rospita Pane mengatakan pemeriksaan kepada hewan ternak tersebut dilakukan oleh beberapa tim.

Pemeriksaan dilakukan terhadap peternak sapi dan kerbau serta lokasi penampungan sapi dan kerbau dalam wilayah Kota Jambi. "Pemeriksaan intensif dilaksanakan pada H-3 hari raya," kata Rospita Pane.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments